Konten dari Pengguna

Pemberontakan Taiping (1853-1864)-2

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun 1896, Li Hong-zhang mengunjungi St. Petersburg (Leningrad) di Rusia untuk menandatangani “Perjanjian Persekutuan” secara rahasia karena berisi pernyataan kedua negara yang akan saling membantu apabila Jepang menyerang salah satu negara.

Kekalahan Qing dari Jepang mendorong negara-negara Barat untuk menuntut wilayah sekitar pantai seperti Jerman yang menuntut wilayah sekitar Teluk Jiaozhou di Shandong sebagai imbalan bantuan Jerman, hingga awal abad kedua puluh sebenarnya seluruh Shandong telah dikenal sebagai wilayah pengaruh Jerman.

Pemberontakan Taiping (1853-1864)-2
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Peninggalan Kekaisaran Tiongkok | www.flickr.com by Jim Johnson

Kemudian Rusia yang menuntut diserahkannya ujung jazirah Liaodong dan membangun jalan kereta api yang menghubungkan Pelabuhan Dalien dan Port Arthur dengan jalan kereta api yang yang telah dibangun sebelumnya di wilayah Manchuria Tengah, Perancis juga tak mau ketinggalan dan menuntut wilayah di Tiongkok Selatan, sebelumnya Perancis telah mendapat izin untuk menambang sumber-sumber mineral di Yunnan, Guangxi, dan Guangdong, sebagai imbalan atas usahanya memaksa Jepang utnuk meninggalkan jazirah Liaodong.

Pada tahun 1898 pemerintahan Qing menandatangani perjanjian dengan perancis dan memberikan berbagai macam konsesi. Dengan penandatanganan perjanjian tersebut Yunnan, Guangxi dan Guangdong menjadi wilayah pengaruh perancis di Tiongkok. Menjelang pergantian abad ke Sembilan belas Tiongkok menjadi negara jajahan dari beberapa negara barat ( Perancis dan Inggris) secara de facto.

Pemberontakan Taiping (1853-1864)-2 (1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Forbidden City | www.flickr.com by See-ming Lee

Penguasaan tiongkok oleh orang-orang Manchu dan penjarahan oleh orang-orang barat membuat kebanyakan pemimpin Tiongkok tidak sependapat dengan melakukan pemodernnan tiongkok yang di lakukan orang barat beberapa dari mereka menetang pendapat Li Hong zhang dan Kang Yo wei yang berpendapat “orang-orang tiongkok harus meniru orang barat” tidak hanya teknologinya tetapi dalam bidang pemerintahan dan administrasi.

Kang Yowei mengajukan usul untuk mengadakan reformasi kepada Kaisar Guangxu. Dan ia mengirim Petisi yang merisaukan para pejabat negara dan para shensi. Kang mempengaruhi Shensi dan meyakinkan shensi untuk percaya kepadanya.

Kaisar Guangxu menerima usulan Kang dan mengangkatnya dan teman-teman seperjuangannya menjadi pejabat kekaisaran. Pada tanggal 11 juni sampai tanggal 16 September di keluarkan maklumat kaisar jika Kang berhasil mereka bisa melakukan perubahan. Dan pada akhirnya kaum konservatif (orang-orang yang menentang reformasi) mendesak agar Kaisar Guangxu turun tahta dan digantikan oleh Ibu Suri Ci Xi, akibat dari kegagalan Kang dalam melakukan reformasi.

Kedua tokoh reformis yaitu Kang Yowei dan Liang Qi-chao melarikan diri keluar negeri, Ibu Suri Ci Xi meminta bantuan kepada barat untuk menangkap kedua orang tersebut namun Barat malah tidak menyerahkan Kang Yowei dan Liang Qi-Chao karena mereka bersimpati kepada dua tokoh reformis tersebut. Ibu Suri malah menuduh kaum baratlah yang menyebabkan orang-orang Han membangkang kepadanya. Ia menyuruh bangsa barat untuk pulang kembali ke negrinya dengan membawa teknologi dan seluruh ideologinya.

Pada kenyataannya akibat dari pemberontakan Ibu suri melarikan diri ke Xian karena Beijing telah di duduki oleh bangsa asing yang kuat. Dia akhirnya bisa menerima gagasan reformasi yang dia tentang habis-habisan.

Gerakan kaum revolusioner di Wuchang sangat berhasil, dan banyak Gubernur pemerintahan pusat Qing tidak tunduk lagi lalu beralih ke kaum Revolusioner, menjelang akhir tahun 1911 hampir semua provinsi telah dibebaskan dari kekuasaan Pemerintah Manchu.