Penyakit Cinta Dunia, Apakah Kita Termasuk?

All about hijab.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia perlu ingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sebatas persinggahan. Itu artinya, kita tidak akan selamanya berada di dunia. Akan ada waktunya di mana kita bertemu dengan ajal dan menghadap Sang Khalik.
Maka dari itu, ketika kita masih diberi nafas untuk hidup di dunia ini, ada baiknya melakukan hal-hal yang memberikan kenikmatan di akhirat kelak. Caranya dengan memperbanyak amal baik, tidak melupakan kewajiban sebagai seorang Muslim dengan beribadah dan menjalankan semua perintah-Nya.
Terkadang, saking nikmatnya menjalani hidup, manusia seolah lupa bahwa terlalu mencintai dunia apalagi secara berlebihan dapat memicu kesengsaraan. Penyakit cinta dunia (hubbud dunya) kerap membuat seseorang menjadi lupa akan kodratnya sebagai seorang hamba. Bahkan, dapat membahayakan keimanan seorang Muslim. Inilah mengapa, mencintai dunia secara berlebihan sangatlah besar.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
"Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya." (HR Tirmidzi, no. 2465. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)
Rasulullah SAW telah mengisyaratkan umatnya untuk tidak terpedaya oleh gemerlapnya dunia sejak 1400 tahun yang lalu sebagaimana disebutkan dari berbagai sumber.
“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peninggalanku ialah dibukakannya bunga dunia dan pernak-perniknya untuk kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penyakit cinta dunia, berarti lebih mementingkan apa-apa yang ada di dunia, tanpa memerdulikan kehidupan akhirat sebagaimana yang telah dijanjikan Allah SWT. Mereka yang cinta dunia akan lebih mengagumi dunianya dan mencintai kemewahan. Tentunya, yang ada dipikiran mereka bagaimana cara mengejar harta, tahta, kemewahan, rumah, dan uang.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri dari mereka yang terkena penyakit cinta dunia.
1. Lalai dan tidak senang beribadah
Salah satu ciri-ciri orang yang terkena penyakit cinta dunia adalah tidak senang beribadah. Ketika orang-orang tengah beribadah, ia justru malas untuk melakukannya atau tetap melakukan salat, namun secara kilat dan ingin cepat-cepat selesai.
Layaknya orang munafik, mereka yang terkena penyakit hati akan mendirikan salat dengan malas. Itu artinya, mereka mencoba untuk menipu Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 142 yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
2. Senang berdusta dan menolak kebenaran
Orang yang terlalu mencintai dunia akan membuat hatinya semakin jauh dari kebenaran. Selalu memalingkan wajahnya dari kebenaran yang sebenarnya hatinya tahu dan mengakui kebenaran tersebut. Berdusta seakan sudah menjadi sifatnya.
Bahkan, mereka juga akan menolak kebenaran yang datang karena takut. Mereka takut akan kehilangan kekayaan. Inilah yang akan membentuk diri mereka menjadi orang yang sombong dan dapat membodohi diri mereka sendiri.
3. Bakhil dan kikir
Ciri-ciri selanjutnya dari orang yang terlalu mencintai dunia adalah bakhil dan kikir. Sifat tersebut bahkan membuatnya merasa kahwatir ketika bersedekah karena akan mengurangi hartanya. Ambisinya untuk dunia terlalu besar sehingga menjadi tamak.
Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 15-16 yang artinya:
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan."
4. Senang berkhianat dan ingkar janji
Mengurusi kepentingan dunia selalu menjadi hal penting bagi mereka. Sehingga mereka dapat berkhiatan kepada Allah demi kepentingan dunia. Mengingkari janji-janinya untuk mendapatkan keuntungan, padahal itu merupakan kerugian yang besar.
5. Tidak mau beramar ma'ruf dan nahi munkar
Nah, ciri-ciri selanjutnya adalah selalu mengharapkan imbalan dan pujian. Mereka tidak akan melakukan kebaikan, kecuali hanya mengharapkan pujian.
Jelas, perbuatan seperti itu tidak dapat dikatakan tulus dan ikhlas. Justru tidak ada keikhlasan dalam diri mereka. Naudzubillah mindzalik.
Itulah beberapa ciri orang yang terkena penyakit cinta dunia karena terlelau berlebihan mementingkan urusan dunia dari pada kehidupan akhirat. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit cinta dunia, ya. Aamiin.
