Perbedaan Antara Muhrim dan Mahram

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari banyaknya kosa kata yang sering digunakan di kehidupan sehari-hari, muhrim dan mahram adalah dua kata dengan istilah yang sering terbalik-balik dalam sebuah percakapan. Banyak orang yang masih belum mengetahui arti dari dua kata tersebut. Padahal dua kata ini sangat berbeda artinya.
Lantas, apa sih arti yang sebenarnya dari muhrim dan mahram?
Kebanyakan dari kita memaknai kata muhrim sebagai orang yang haram untuk dinikahi. Namun nyatanya, makna sebenarnya bukanlah seperti itu.
Makna secara istilah, muhrim adalah orang yang telah mengenakan pakaian ihram. Maka dapat dijelaskan bahwa, muhrim adalah orang yang mengenakan pakaian ihram ketika melaksanakan haji atau umrah dan telah memasuki daerah miqat. Jelas tidak ada hubungannya kata muhrim dengan hubungan laki-laki dan wanita.
Sedangkan mahram adalah makna sebenarnya dari kesalahpahaman perihal arti muhrim, yakni orang yang diharamkan untuk dinikahi karena nasab atau memiliki garis keturunan atau kekerabatan dalam syariat Islam.
"Setiap wanita yang haram untuk dinikahi selamanya, disebab sesuatu yang mubah (status hukum Islam), karena statusnya yang haram." (Shahih Muslim dan An-Nawawi)
Itulah penjelasan tepat perbedaan antara muhrim dan mahram. Semoga kesalahpahaman yang terjadi dapat diluruskan setelah membaca ini, ya.
