Konten dari Pengguna

Rahasia Keistimewaan Madu yang Dapat Lawan Bakteri Jahat

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi madu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi madu Foto: Shutterstock

Madu merupakan cairan kental manis alami yang berasal dari nektar tumbuhan yang diproduksi oleh lebah madu. Biasanya, madu bisa dipakai sebagai alternatif gula. Tapi, madu juga terkenal karena efektif untuk melawan resistensi bakteri jahat atau bersifat antibiotik.

Dilansir dari Medical News Today, Kepala Peneliti, Susan M. Meschwitz mengatakan bahwa madu mengandung hidrogen peroksida, asam, efek osmotik, konsentrasi gula yang tinggi, sehingga dapat menarik sel-sel bakteri dan membunuh mereka.

"Madu juga menghancurkan quorum sensing yang melemahkan virulensi bakteri yang lebih ampuh dibandingkan antibiotik konvensional," ujar Meschwitz.

Quorum sensing adalah cara bakteri berkomunikasi satu sama lainnya yang membentuk biofilm atau komunitas bakteri penyebab penyakit berlendir. Pada bakteri tertentu, sistem komunikasi ini bisa mengontrol pelepasan racun yang memengaruhi patogenesis bakteri atau kemampuan bakteri menyebabkan penyakit.

Khasiat madu dijelaskan dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 68-69 yang artinya:

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."

Madu memiliki tiga cara utama untuk melawan bakteri seperti dikutip dari About Islam.

Pertama, dari kandungan gula itu sendiri. Rasa manis dari madu hampir sama dengan gula pasir dan gula utama dalam madu adalah glukosa dan fruktosa. Keduanya lengket dan mengikat air. Secara teknis, madu adalah larutan super jenuh yang berarti mengandung lebih banyak gula dan akan larut pada suhu tersebut.

Konsentrasi air lebih tinggi dalam bakteri daripada madu. Ini artinya, madu akan menyedot seluruh cairan dari bakteri, kapang atau apa pun jamur yang mencoba menginfeksi.

ilustrasi madu Foto: Shutterstock

Kedua, ketika lebah membuat madu, mereka menambahkan enzim yang disebut oksidasi glukosa. Bakteri tidak suka glukosa karena menghasilkan dua senyawa yang berbeda. Hal ini mengubah glukosa menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida.

Asam glukonat adalah asam yang menyebabkan pH madu kurang dari 4. Glukonat ini memiliki sekitar seribu lebih asam daripada pH netral 7, yang umumnya pH yang dibutuhkan bakteri untuk tumbuh. Sementara hidrogen perosida sangat baik dalam membantu sel. Hidrogen berfungsi menghancurkan dinding sel bakteri yang memecah mereka hingga terpisah-pisah.

Sementara itu, glukosa oksidase tidak aktif dalam madu matang. Air di dalamnya tidak cukup untuknya bekerja dengan baik. Namun, oksidase glukosa ada sepertinya untuk menjaga madu agar tidak basi sementara para lebah mengeringkannya. Tetapi ketika madu dicairkan, oksidase glukosa akan hidup kembali dan membuat asam glukonat.

Terakhir, yang madu lakukan untuk membuatnya antibakteri ialah karena madu mengandung antibiotik di dalamnya. Beberapa jenis madu mengandung protein yang disebut bee-defensin-1, yang melindungi lebah.

Bee-defensin-1 adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh mereka dan melindungi mereka dari bakteri tertentu, termasuk dari yang bisa menyebabkan penyakit di dalam sarang. Bagian ini diproduksi dalam kelenjar yang lebah gunakan untuk membuat madu, sehingga masuk akal bahwa sebagian madu akan sampai pada produk jadi.

Jadi, begitulah keistimewaan madu dalam Al-Quran.