Risiko Jika Memutuskan untuk Melepas Hijab

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenakan hijab memang sudah menjadi hal yang dianjurkan dalam Islam. Sebab, ada banyak keuntungan dan keistimewaan yang bisa didapat jika mengenakan hijab, salah satunya lebih terjaga kewibawaan karakter dan watak keperempuanannya.
Di dalam Alquran pun telah dijelaskan bahwa mengenakan hijab adalah suatu perintah yang diturunkan oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Namun, mengenakan hijab itu adalah pilihan. Seorang Muslimah bebas untuk memilih ingin mengenakan hijab atau tidak, karena dalam Islam pun tidak ada yang namanya paksaan atau intimidasi.
Mengenakan hijab haruslah didorong dengan keinginan penuh dari dalam diri. Sama halnya dengan masuk Islam, tidak boleh ada paksaan dan pemaksaan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 yang artinya:
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat...."
Dalam kehidupan jaman sekarang dan mungkin terjadi pada diri sendiri atau orang yang dikenal atau pula mengetahui bahwa ada saja seorang perempuan yang mengenakan hijab lalu melepasnya. Atau perempuan yang sering melepas, terus mengenakannya kembali.
Dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (25/8/2020), seorang Muslimah yang melakukan lepas-buka hijab atau memutuskan untuk melepas hijab yang selama ini dipakai, sama saja dengan tidak mematuhi perintah yang sudah diberikan Allah SWT dan termasuk orang yang munafik.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 140 yang artinya:
"Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Alquran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam."
Dari ayat tersebut juga dapat dijelaskan bahwa jika seorang Muslimah yang mempermainkan jilbab dan hanya mengenakannya sebagai hiasan atau bahkan menganggap hijab adalah sebuah pakaian yang bisa digunakan kapan saja, maka dia dianggap sebagai golongan orang munafik.
Berhijab memang tidak mudah. Makanya, sedari awal sudah dijelaskan, saat memilih mengenakan hijab sebaiknya dilakukan karena adanya niat yang tulus dan dorongan dari hati, bukan dilakukan secara paksa.
Memang sih, jika perempuan sudah lama mengenakan hijab, tetapi perlahan mulai tidak mengenakannya, selalu saja ada banyak pihak yang tidak suka dengan keputusan yang telah dipilih. Banyak yang tidak suka, dianggap punya gangguan jiwa, dan mengira kalau kamu punya banyak masala., Yap, itulah risikonya. Selain dianggap sebagai orang munafik dan tidak mematuhi perintah Allah SWT, dia harus menerima risiko ketidaksukaan orang lain atas keputusan untuk melepas hijab.
Mungkin memang ada banyak alasan kenapa memilih untuk melepaskan hijab. Tetapi, tetap saja Allah SWT tidak suka orang yang sudah yakin dan menjalani keyakinan tersebut, malah tidak menjaga keyakinan itu sampai akhir. Tidak ada alasan apa pun untuk melepaskan hijab, sebab Allah SWT adalah segalanya.
Jadi, memutuskan berhijab haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Jangan nantinya, malah berubah pikiran, lalu melepasnya. Seorang Muslimah yang selalu menjaga keshalihan pribadinya merupakan perhiasan paling indah di dunia yang mampu memberikan kebahagiaan dan rasa damai di dalam jiwa.
