Sama-sama Memiliki Akal Seperti Manusia, Begini Asal Mula Jin

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dunia ini, bukan hanya ada manusia, hewan, dan tumbuhan saja. tetapi juga 'makhluk lain'. Siapa itu 'makhluk lain'?
Manusia adalah makhluk berakal yang hidup di bumi. Makan dan minum untuk tumbuh dan berkembang. Namun, terkadang seiring kita mengalami pertumbuhan pasti bakal ada hal yang dapat menghancurkan kita, baik itu pikiran atau hati. Bukan hanya manusia yang dapat menghancurkan itu, tetapi adanya 'makhluk lain' yang memancing kita melakukan kesalahan hingga membuat Allah SWT murka. 'Makhluk lain' itu adalah jin.
Allah SWT menciptakan manusia dan jin dengan tujuan yang sama, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Zariyat ayat 56 yang artinya:
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
Jin adalah sosok yang diciptakan oleh Allah SWT pertama kali sebelum Nabi Adam AS. Penciptaan mereka pun berbeda dengan manusia, yaitu dari api yang menyala (marij).
Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rahman ayat 15 yang artinya:
"Dan Dia menciptakan jin dari nyala api."
Dari terjemahan ayat di atas, maksud dari nyala api adalah dari ujung jilatannya seperti apa yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas. Karena Allah SWT menciptakan jin dari api, maka jin mempunyai bobot lebih ringan dari udara.
Jin dan manusia jelas berbeda, selain dari apa mereka diciptakan. Jin tidak memiliki tubuh dan tidak terlihat, kecuali ia mengubah diri dalam bentuk lain. Sebab, jin dapat mengubah dirinya dalam bentuk yang dikehendaki, sebagaimana malaikat.
Sama dengan manusia, jin juga memiliki akal dan mempunyai keinginan-keinginan. Di sisi lain, jauh sebelum manusia mengenal agama-agama, kepercayaan tentang jin atau makhluk halus sudah ada, zaman itu dikenal dengan animisme.
