Sinopsis Film the Three Musketeers (2011)

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Film ini menceritakan mengenai tiga orang petarung yang ahli dalam berbagai hal, mereka menamakan diri mereka Three Musketeers. Kisahnya berawal saat mereka melakukan sebuah misi untuk menemukan tiga buah kunci yang dapat membuka sebuah ruangan rahasia disebuah istana. Ketiga kunci itu dipegang oleh tiga orang yang berbeda, sehingga mereka harus berpencar untuk mencarinya. Dalam melakukan tugasnya itu, mereka dibantu oleh seorang wanita yang memiliki peran sebagai seorang penyamar. Setelah mereka mendapatkan ketiga kuncinya, mereka lalu membuka ruang rahasia yang berada di bawah koridor utama istana tersebut.
Ternyata ruangan tersebut berisi arsip-arsip penting berupa gulungan-gulungan kertas, dan yang mereka cari adalah sebuah gulungan kertas berisi rancangan pembuatan kapal udara. Setelah mereka akan keluar dari ruangan itu, mereka dikepung oleh para prajurit yang diperintahkan untuk membunuh mereka, akan tetapi mereka berhasil lolos dari kepungan para prajurit itu dengan cara meledakan ruangan tersebut, kemudian mereka pun berhasil melarikan diri dengan cara berenang karena raungan tersebut berada dibawah sungai.

Foto: The Three Musketeers | www.flickr.com by North Hennepin Community College
Setelah mendapatkan gulungan tersebut mereka bermaksud untuk menyerahkannya kepada Perancis, akan tetapi wanita yang tadi membantunya berhianat dan ia memberikan obat penenang yang dimasukan kedalam teh yang mereka minum. Ternyata wanita tersebut adalah mata-mata dari Inggris yang berencana membuat kapal perang. Akibat dari kejadian itu, Three Musketeers tidak mendapatkan kepercayaan dari kerajaan dan akhirnya mereka tidak bekerja lagi untuk kerajaan.
Setahun kemudian diceritakan di sebuah ladang tinggallah keluarga yang hanya terdiri dari tiga orang anggota keluarga. Anak satu-satunya dari keluarga tersebut, D’Artgnan ahli dalam memainkan pedang dan bertarung, ia diajari ayahnya yang dulu seorang Musketeers, hingga tiba saatnya ia harus pergi ke Paris dengan tujuan untuk bergabung bersama The Three Musketeers menjadi pasukan pembela kerajaan Perancis.

Foto: The Three Musketeers | www.flickr.com by Will Marsh
Saat sedang beristirahat disebuah tempat, ia bertemu dengan prajurit kerajaan, Rochefort, yang tanpa sengaja telah ia kotori jubahnya. Karena tidak terima dengan perlakuannya, prajurit tersebut lantas mengolok-olok D’Artgnan sehingga ia menantang prajurit kerajaan untuk beradu perang tapi tanpa disangka prajurit itu menembaknya dengan senapan hingga melukai bahunya dan membuatnya terjatuh. Saat akan dibunuh, seorang wanita yang berada di atas kereta kuda menghentikan prajurit tersebut agar tidak membunuhnya dan menyuruhnya melanjutkan perjalanan. Ternyata prajurit tersebut adalah pengawal dari wanita itu.
Berniat untuk melakukan balas dendam ketika melihat Rochefort, D’Artganan dari Gascony yang ingin menjadi musketeer seperti ayahnya ini justru tidak sengaja bertemu dengan tiga orang musketeer yang ia cari, Athos (Matthew Macfadyen), Porthos (Ray Stevenson) dan Aramis (Luke Evans). Tidak tahu siapa mereka, D’Artagnan mengajak ketiganya duel, kesombongannya sekali lagi tidak membuatnya mati karena sebelum duel dimulai pasukan kardinal sudah terlebih dahulu mengepung mereka. D’Artagnan pun akhirnya sadar siapa tiga orang yang dia ajak untuk duel, mereka pun bersama-sama bersatu untuk menghajar puluhan tentara kardinal.
Tentu saja D’Artagnan dan ketiga musketeer dengan mudah mengalahkan anak buah Rochefort, tapi itu hanya awal dari petualangan besar mereka, karena setelah itu Perancis memanggil mereka, meminta untuk diselamatkan.
Walau pada awalnya D’Artagnan menemukan hubungan dirinya dengan ketiga anggota The Three Musketeers sama sekali tidak akur, namun hubungan keempatnya akhirnya berjalan semakin baik, bahkan kehadiran D’Artagnan mampu menyatukan kembali hubungan ketiga anggota The Three Musketeers yang mulai retak. Bersama, keempatnya lalu bersatu untuk mengembalikan kalung Ratu Anne yang dicuri, kasus ini merupakan bagian dari sebuah rencana untuk menurunkan King Louis XIII (Freddie Fox) dari tahtanya yang ternyata dilakukan oleh salah seorang kerabat dekat sang raja sendiri.
