Tata Cara, Doa, dan Hukum Pelaksanaan Salat Lidaf’il Bala Atau Tolak Bala

All about hijab.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan adalah salah satu tradisi Jawa yang dinilai sakral dan mistis. Bahkan, salah satu tradisi yang berasal dari Wali Songo ini masih bertahan hingga sekarang.
Melansir dari laman NU Jabar Online, tradisi Rebo Wekasan yang jatuh pada hari ini, 6 Oktober 2021, sudah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa, Madura, Sunda, dan lainnya.
Dalam Islam, Rebo Wekasan merupakan tradisi puasa yang dilakukan pada Rabu terakhir di buan Safar. Hal ini dilakukan saat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tujuan dilakukannya ibadah puasa pada Rebo Wekasan adalah untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai macam bencana dan marabahaya. Biasanya, puasa ini lebih dikenal sebagai puasa tolak bala.
Mengapa ada tradisi puasa pada tradisi Rebo Wekasan? Sebab, konon katanya, sebagian masyarakat percaya bahwa pada Rabu terakhir di bulan Safar merupakan hari sial. Makanya, Rebo Wekasan masih bertahan sampai sekarang.
Bentuk ritual yang dijalani pada Rebo Wekasan adalah, salat, berdoa dengan doa-doa khusus, puasa, sedekah, silaturahmi, dan berbuat baik kepada siapa pun.
Tapi tahukah kamu, bahwa mereka yang melaksanakan salat khusus Rebo Wekasan hukumnya haram. Namun, sebagaimana dilansir dari laman NU Online, salat khusus Rebo Wekasan atau tolak bala (Lidaf’il Bala) boleh dilakukan jika diniati salat sunah mutlak atau niat salat hajat. Hal ini mengikuti keputusan musyawarah NU Jawa Tengah pada 1978 di Magelang.
Salat mutlak merupakan salat sunah yang dapat dilakukan tanpa memerlukan waktu tertentu yang artinya dapat dilaksanakan kapan pun dan memiliki jumlah rakaat terbatas.
Sedangkan salat hajar merupakan salat yang dilaksanakan untuk memenuhi hajat tertentu yang ingin dikabulkan Allah SWT. Salat sunah ini dilakukan antara 2 hingga 12 rakaat dengan salah setiap 2 rakaat.
Adapun pelaksanaan salat sunah Lidaf’il Bala dilakukan pada waktu salat sunah Dhuha atau setelah salat Maghrib sampai memasuki pagi hari di Rabu terakhir bulan Safar. Salat ini terdiri dari 4 rakaat 2 kali salam.
Lantas, bagaimana tata cara salat Lidaf’il Bala?
Berikut tata cara salat Lidaf’il Bala yang dilaksanakan pada Rebo Wekasan.
Niat
Bismillahirrahmanirrahim
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal lidaf'il balaa rokatainii lillaahi ta'ala.
Artinya: Saya salat sunnah untuk tolak bala dua rakaat karena Allah Ta'ala.
Rakaat pertama
Setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat Al-Kautsar 17 kali.
Rakaat kedua
Setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat Al Ikhlas 5 kali.
Rakaat ketiga
Setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat Al-Falaq sebanyak satu kali.
Rakaat keempat
Setelah membaca surat Al-Fatihah, bacalah surat An-Nisa sebanyak satu kali.
Salam
Setelah melakukan salat Lidaf’il Bala, kamu juga dianjurkan untuk membaca doa tolak bala.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya: Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad Saw, keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan.
Ya Tuhan Yang Maha Mulia dan karena kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu. Ya Tuhan Yang Maha Baik. Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan dan Kemuliaan. Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau. Kasihanilah aku dengan Rahmat-Mu, wahai Zat yang Maha Penyayang.
Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan dan saudaranya, serta kakeknya dan ayahnya, ibunya dan keturunannya, jauhkan aku dari kejahatan hari ini dan kejahatan yang akan turun padanya. Wahai Zat Yang Maha Mencukupi harapan dan Menolak bala’, cukuplah Allah Yang Maha Memelihara lagi Maha Mengetahui untuk memelihara segalanya.
Cukuplah Allah tempat kami bersandar, tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. beserta keluarganya dan para sahabatnya.
Nah, itulah tata cara salat dan doa Lidaf’il Bala atau tolak bala.
