Terlanjur Menyakiti Orang Lain, Yuk Baca Doa Ini

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menyakiti sesama manusia bukanlah hal yang dianjurkan dalam Islam. Apa pun agama, suku, ras, dan budayanya, memang tidak sepantasnya untuk saling menyakiti dan tidak menghargai. Bahkan, Islam selalu menganjurkan setiap muslim untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
Allah SWT telah memberikan banyak nikmat kepada seluruh manusia. Di antara nikmat besar yang diberikan, Allah SWT memberikan kenikmatan bagi mereka yang saling mengasihi, mencintai, tanpa menyakiti apalagi bermusuhan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103 yang artinya:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."
Setiap manusia tak pernah lepas dari salah dan dosa, mereka bisa saja menyakiti seseorang lalu bermusuhan. Inilah dampak yang bisa didapat jika kita menikmati hidup dengan menyakiti orang lain. Hubungan akan menjadi terpecah belah. Makanya, Rasulullah SAW melarang seseorang tidak menyapa atau memboikot sesama manusia lebih dari tiga hari.
"Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, jika kamu terlanjur menyakiti orang lain, yuk berdoa dan berharap kepada Allah SWT agar dimaafkan kesalahannya.
Bismillahirrahmanirrahim
اَللَّهُمَّ اِنَّمَا اَنَا بَشَرٌ فَلاَ تُعَذِّبْنِيْ لِشَتْمِ رَجُلٍ شَتَمْتُهُ اَوْ اَذَيْتُهُ
Allahumma innamaa ana basyarun falaa tu’adzdzibnii lisyatmi rojulin syatamtuhuu awa aadzaituhuu.
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku hanya manusia, maka jangan Engkau siksa aku karena mencela seseorang yang aku cela atau aku sakiti.
Semoga Allah SWT dapay mengampuni kesalahan yang telah setiap manusia perbuat, ya. Aamin.
