Wabah Thaun Menyelimuti Sejarah Islam

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat pandemi COVID-19 yang sudah memakan ribuan nyawa manusia di seluruh dunia, membuat kasus ini semakin mengerikan dan mengkhawatirkan. Pasalnya, penyebarannya dianggap sangat cepat.
Jauh sebelum wabah ini muncul, ada sebuah wabah yang sangat mematikan yang muncul dalam perjalanan umat Islam. Adalah wabah thaun yang saat itu juga telah menelan banyak nyawa. Wabah thaun ini sudah ditemukan pada masa Nabi Muhammad SAW tepatnya pada zaman Bani Israil.
Thaun adalah sejenis wabah penyakit yang menulari banyak masyarakat di masa Nabi Muhammad SAW.
Beberapa ulama mengatakan, bahwa thaun ini dinamakan juga dengan jarif yang berarti sebuah penyakit sejenis wabah yang menyerang dan mematikan banyak orang di suatu daerah. Di beberapa kalangan medis menyebutkan, thaun menyebabkan rasa haus dan sakit yang luar biasa hingga tubuh menjadi hitam, hijau atau abu-abu dan akan memunculkan nanah di beberapa bagian tubuh.
Wabah thaun ini pernah dijelaskan dalam shahih Bukhari dan Muslim, "Rasulullah pernah bersabda: Wabah thaun adalah kotoran yang dikirimkan oleh Allah SWT terhadap sebagian kalangan Bani Israil dan juga orang-orang sebelum kalian. Kalau kalian mendengar ada wabah thaun di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu menyebar di negeri kalian, janganlah kalian keluar dari negeri kalian menghindar dari penyakit itu."
Dari hadis shahih di atas, Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk datang ke tempat wabah sebagai bentuk pencegahan diri. Akan tetapi, jika wabah thaun sudah memasuki wilayah tempat mereka tinggal jangan keluar dari wilayah tersebut dan perbanyaklah bertawakal dan percaya kepada Allah SWT.
Sekian banyak ribu orang yang meninggal pada wabah thaun ini berlangsung, kematian mereka adalah mati syahid.
Dari Hafshah binti Sirin bahwa ia menceritakan, Anas bin Malik berkata, "Rasulullah bersabda: Orang yang mati karena wabah thaun adalah mati syahid." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dirangkum dari beberapa sumber, ada lima wabah thaun yang paling berbahaya. Pertama, Thaun Syirawih yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Kedua, Thaun Amwas yang terjadi pada masa Umar bin Khatab sekitar tahun 17 H yang terjadi di daerah Amwas saja dan merenggit kurang lebih 25 ribu nyawa kaum Muslim. Ketiga, Thaun al-Jarif yang terjadi pada mas Ibnu Zubair di Bashra, dilanjutkan dengan wabah Thaun Fatayat yang mayoritas para gadis menjadi korbannya. Dan yang terakhir, Thaun al-Asyraf yang hampir sebagian besar orang-orang terhormat menjadi korban.
Sebenarnya, wabah thaun sering sekali terjadi dalam sejarah Islam. Tetapi, kelima wabah thaun tersebut menjadi yang terbesar karena memakan banyak sekali korban. Hingga memasuki masa Bani Abbasiyah, wabah thaun mulai sedikit mereda.
