Konten dari Pengguna

BI-Rate 5,75%: Antara Menjaga Rupiah dan Mendorong Ekonomi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hikmah Alfiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
pexels.com

BI-Rate bukan sekadar angka yang ditetapkan Bank Indonesia. Perubahannya dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari suku bunga kredit hingga keputusan masyarakat dan pelaku usaha dalam menabung, meminjam, maupun berinvestasi.

Pada Agustus 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75%. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, mengendalikan inflasi, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga yang relatif tinggi dapat membantu menjaga daya tarik aset keuangan dalam Rupiah dan meredam tekanan terhadap nilai tukar serta inflasi. Namun, di sisi lain, suku bunga yang tinggi juga dapat membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal sehingga masyarakat dan pelaku usaha perlu lebih berhati-hati dalam mengambil kredit.

Sebaliknya, ketika suku bunga turun, biaya pinjaman dapat menjadi lebih ringan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong masyarakat mengambil kredit dan pelaku usaha meningkatkan investasi. Aktivitas tersebut kemudian dapat ikut menggerakkan konsumsi dan kegiatan produksi.

Karena itu, kebijakan BI-Rate tidak hanya berkaitan dengan angka suku bunga, tetapi juga bagaimana Bank Indonesia menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam keputusan Agustus 2026, BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial dan likuiditas untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Pada akhirnya, keputusan mengenai BI-Rate dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahannya dapat memengaruhi bunga pinjaman, keputusan menabung, investasi, hingga aktivitas usaha. Dengan demikian, arah kebijakan suku bunga menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan karena dampaknya tidak berhenti di pasar keuangan, tetapi dapat menjalar ke perekonomian masyarakat.