Konten dari Pengguna

Ekonomi Tumbuh, Lingkungan Luruh: Dilema Baru Indonesia

Hikmah Alfiah

Hikmah Alfiah

Mahasiswi program studi pendidikan Ekonomi Di Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hikmah Alfiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by miyou_ 77: https://www.pexels.com/photo/people-working-on-field-near-deep-forest-21760959/
zoom-in-whitePerbesar
Photo by miyou_ 77: https://www.pexels.com/photo/people-working-on-field-near-deep-forest-21760959/

Indonesia sedang berada pada fase pertumbuhan ekonomi yang cukup menggembirakan. Aktivitas industri meningkat, pembangunan infrastruktur terus berjalan, dan konsumsi masyarakat menjadi motor penggerak utama. Namun di balik optimisme tersebut, muncul persoalan besar yang tak bisa diabaikan: penurunan kualitas lingkungan yang semakin terasa dari tahun ke tahun.

Salah satu penyebabnya adalah tekanan populasi yang terus meningkat. Semakin banyak penduduk, semakin tinggi pula kebutuhan energi, lahan, pangan, dan transportasi. Kondisi ini memicu alih fungsi lahan secara besar-besaran, peningkatan polusi udara di kota-kota besar, hingga penurunan kualitas air sungai dan laut. Pertumbuhan ekonomi yang pesat pada akhirnya sering kali dibayar mahal dengan kerusakan lingkungan.

Sayangnya, pola pembangunan yang masih berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam menjadi pemicu utama ketimpangan ini. Banyak industri mengandalkan bahan baku dari hutan, tambang, dan sumber alam tak terbarukan. Akibatnya, ekosistem menjadi rentan dan masyarakat yang hidup bergantung pada alam turut merasakan dampaknya, seperti gagal panen, banjir, atau naiknya suhu mikro wilayah.

Di sisi lain, pemerintah dan pelaku usaha mulai melihat bahwa menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mempertahankan keberlanjutan ekonomi. Konsep ekonomi hijau, energi terbarukan, dan pengelolaan sampah terpadu mulai diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang. Masyarakat pun didorong untuk mengubah pola konsumsi menjadi lebih sadar lingkungan.

Dilema “ekonomi tumbuh, lingkungan luruh” hanya dapat diatasi jika pembangunan dilakukan secara seimbang. Indonesia perlu memprioritaskan inovasi, teknologi ramah lingkungan, serta kebijakan yang memastikan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi tidak lagi meninggalkan jejak kerusakan. Jika tidak, keuntungan yang dinikmati hari ini bisa berubah menjadi beban besar bagi generasi mendatang.