Konten dari Pengguna

Upaya Mahasiswa BBK 8 UNAIR dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap PTM

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hikmatun Mubalighoh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan yang terus meningkat di Indonesia hingga saat ini. PTM merupakan penyakit kronis yang cenderung berlangsung dalam waktu lama dan tidak

Senam Anti Hipertensi dalam Kegiatan SEJATI
zoom-in-whitePerbesar
Senam Anti Hipertensi dalam Kegiatan SEJATI

disebabkan oleh infeksi kuman sehingga tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2025), PTM menjadi penyebab sekitar 70% kematian setiap tahunnya. Secara global, pada tahun 2021 PTM menyebabkan sekitar 43 juta kematian. Kematian terbanyak terjadi pada individu berusia di bawah 70 tahun yaitu sebanyak 18 juta kematian. Di Indonesia, diabetes melitus dan hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, masing-masing mencapai 10,9% dan 34,1%. Oleh karena tingginya angka kejadian tersebut, upaya promotif dan preventif yang tepat perlu digalakkan sebagai langkah awal dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama pada kelompok lanjut usia.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan PTM yang terjadi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Kedungrejo menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan. Kegiatan penyuluhan tersebut bersifat interaktif dan berbasis masyarakat yang mengupas tuntas mengenai tanda dan gejala, faktor risiko, cara pencegahan, dan penatalaksanaan terhadap PTM. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga yaitu Good Health and Well-being. Kegiatan penyuluhan yang bertajuk “SEJATI” ini memiliki jargon “Sehat Hari Ini, Sejahtera Hingga Nanti”. Jargon yang digaungkan di sela-sela kegiatan berlangsung merupakan sebuah semangat yang sesuai dengan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini.

Penyuluhan SEJATI dilaksanakan secara kolaboratif, yaitu tim BBK 8 bekerja sama dengan Puskesmas Mejuwet dan dilaksanakan di Balai Desa Kedungrejo. Kegiatan ini dihadiri oleh 23 orang lansia dan 6 kades posyandu lansia yaitu telah mencakup 91% dari undangan yang disebarkan. Kegiatan penyuluhan diawali dengan senam anti hipertensi bersama-sama yang dipimpin oleh anggota BBK 8 Kedungrejo. Kegiatan ini terasa lebih spesial karena dihadiri oleh dr. Desy Christianti yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sekaligus sebagai narasumber. Materi yang disampaikan oleh dr. Desy meliputi pengenalan penyakit tidak menular yang sering dijumpai yaitu hipertensi dan diabetes melitus. Tidak hanya itu, pendalaman materi juga mencakup faktor-faktor risiko yang meningkatkan kerentanan seseorang mengalami penyakit tidak menular seperti faktor genetik, kebiasaan merokok, pola makan tinggi gula dan garam, kurangnya aktivitas fisik, pengelolaan stres yang kurang tepat, dan kurangnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Melalui penyuluhan SEJATI, audiens diajak untuk memahami faktor risiko diabetes melitus dan hipertensi sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan perilaku sehari-hari. dr. Desy selaku pemateri menekankan pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang dan menggunakan jembatan keledai untuk memudahkan audiens menghafal serta mempraktikkan hal tersebut. “Dalam menjaga pola makan, perlu diperhatikan 3J, yaitu Jenis, Jumlah, dan Jadwal. Dengan menerapkan 3J dalam mengonsumsi makanan sehari-hari, sedikit kemungkinan mengalami penyakit tidak menular”, ujar dr. Desy. Selain itu, dr. Desy juga memaparkan cara pencegahan hipertensi dengan CERDIK sesuai panduan Kemenkes yaitu Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres. Pesan-pesan tersebut disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan menggunakan analogi petani yang bekerja di sawah sehingga mudah dipahami oleh seluruh audiens.

Agar menumbuhkan suasana yang lebih menarik dan interaktif, dalam kegiatan penyuluhan tidak hanya dilakukan penyampaian materi satu arah. Akan tetapi, audiens diberikan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan bercerita mengenai pengalamannya dalam mencegah, menjaga, dan mengobati penyakit tidak menular. Antusiasme audiens terlihat dari keaktifan audiens dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri dan beberapa pertanyaan yang diajukan ke pemateri. Diskusi yang berlangsung dua arah ini membantu peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik sekaligus mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar di masyarakat mengenai penyakit tidak menular.

Melalui semangat SEJATI, BBK 8 Kedungrejo berharap pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular semakin meningkat. Lebih dari itu, pelaksanaan penyuluhan penyakit tidak menular yang berfokus pada diabetes melitus dan hipertensi ini, diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan Desa Kedungrejo. Langkah kecil seperti memilih makanan yang lebih sehat, rutin bergerak, menghindari rokok, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan investasi penting untuk menjaga kualitas hidup di masa depan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, produktif, dan terbebas dari ancaman penyakit tidak menular.