Sampah Plastik : Ancaman Serius bagi Kehidupan Laut

Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hilal Umar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal sampah plastik di lautan sebagian besar berasal dari sumber darat. Menurut Our World in Data, sekitar 70% hingga 80% adalah plastik yang dibawa dari darat ke laut melalui sungai atau garis pantai. Sisanya 20% hingga 30% berasal dari sumber laut seperti jaring ikan, tali, tambang, dan kapal yang ditinggalkan.
Apabila proses pengelolaan plastik tidak mengalami perubahan dengan tingkat produksi yang meningkat, Menurut Program Lingkungan PBB (UNEP), polusi plastik di lautan dan badan air lainnya terus meningkat tajam dan bisa lebih dari dua kali lipat pada tahun 2030, dengan konsekuensi serius bagi kesehatan, ekonomi, keanekaragaman hayati, dan iklim.
Pengaruh terhadap Keanekaragaman Hayati
Sampah plastik memiliki dampak yang sangat merugikan terhadap keanekaragaman hayati laut:
Kematian hewan: Ribuan burung laut, penyu, anjing laut, dan mamalia laut lainnya mati setiap tahun setelah menelan plastik atau terjerat di dalamnya.
Mikroplastik: Pecahan kecil plastik ini meningkatkan keberadaannya di lingkungan dan dapat menyebabkan cedera atau kematian pada hewan laut.
Kontaminasi toksik: Plastik dapat mengandung zat beracun yang, ketika dimakan oleh hewan laut, dapat menumpuk dalam rantai makanan dan mempengaruhi kesehatan manusia.
Vektor spesies invasif: Plastik dapat bertindak sebagai vektor untuk spesies invasif yang mengganggu ekosistem laut.
Bahaya Bahan Kimia
Bahan kimia berbahaya dari plastik mempengaruhi manusia dan ekosistem laut. Manusia dapat terpapar bahan kimia industri yang sangat toksik dari polusi plastik, termasuk gangguan endokrin (EDCs) seperti BPA, dioksin, logam berat, dan ftalat. Mikroplastik yang tertelan juga oleh kehidupan laut dapat menyebabkan masalah seperti pengurangan asupan makanan, tersedak, perubahan perilaku, dan perubahan genetik.
Plastik yang terurai menjadi partikel kecil dapat dikonsumsi oleh burung laut, mamalia, dan ikan, seringkali dengan hasil yang fatal. Dampak ini tidak hanya merugikan kehidupan laut tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia melalui konsumsi makanan laut yang terkontaminasi.
Upaya untuk mengurangi Sampah Plastik di laut
Beberapa upaya global dan lokal yang sedang dilakukan untuk mengurangi masuknya sampah plastik ke dalam laut:
Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Banyak negara telah mengimplementasikan larangan penggunaan tas plastik sekali pakai dan produk plastik lainnya, serta memperkenalkan pajak atas produk-produk tersebut untuk mengurangi konsumsi.
Program Daur Ulang dan Pengelolaan Sampah: Peningkatan fasilitas daur ulang dan pengelolaan sampah yang lebih efektif untuk memastikan plastik tidak berakhir di lautan.
Pendidikan dan Kesadaran: Kampanye global dan lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak polusi plastik dan pentingnya pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang.
Inovasi Material: Penelitian dan pengembangan material alternatif yang lebih ramah lingkungan dan mudah terurai.
Kerjasama Internasional: Kerjasama antar negara untuk menangani masalah polusi plastik secara kolektif, termasuk melalui inisiatif seperti Global Partnership on Marine Litter.
Sebagai penutup, pengaruh sampah plastik terhadap ekosistem laut adalah masalah yang mendesak dan memerlukan perhatian global. Dampaknya yang merusak tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati laut tetapi juga kesehatan manusia dan ekonomi.
Upaya bersama untuk mengurangi produksi, konsumsi, dan pembuangan plastik, serta peningkatan pengelolaan limbah dan inovasi material, adalah langkah penting yang harus kita ambil. Dengan meningkatkan kesadaran dan kerjasama di semua tingkatan masyarakat, kita dapat mengurangi jejak plastik kita dan melindungi lautan yang berharga bagi kehidupan di bumi ini.
