Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Bukan Sekadar Pilihan: Perempuan Juga Butuh Pendidikan
29 Maret 2025 12:05 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Hilda Amalia Akhmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di tengah gempuran canggihnya teknologi, majunya perkembangan dunia, namun mengapa masih ada pernyataan bahwa perempuan tidak perlu mengenyam pendidikan? Banyak opini yang ketinggalan zaman itu beranggapan bahwa perempuan hanya cukup menguasai keterampilan dan pekerjaan rumah tangga. Pandangan seperti ini tidak hanya ketinggalan zaman saja, namun juga memperlambat bahkan menghambat kemajuan suatu bangsa. Pendidikan itu penting. Baik bagi lelaki maupun perempuan. Semuanya harus sama-sama dan setara untuk mendapatkannya.
ADVERTISEMENT
Pendidikan bagi perempuan juga bukan sekadar omongan atau pun hak semata, melainkan kebutuhan yang dapat memperluas lingkup masyarakatnya. Perempuan juga ingin memiliki kunci masa depan. Dunia akan ikut berkembang jika semua perempuan memiliki kesetaraan pendidikan. Menurut kalian, apa arti pentingnya pendidikan bagi perempuan? Perempuan butuh pendidikan? Sangat.
Perempuan yang memiliki ilmu dari pendidikan, akan memiliki peluang dan kesempatan besar untuk menjadi wanita yang mandiri, baik secara fisik, mental, atau pun ekonomi. Mereka akan berkontribusi secara mandiri dalam berbagai bidang yang dapat melahirkan generasi lebih berkualitas dari sebelumnya. Seorang perempuan itu akan melahirkan, tentu yang diharapkan adalah anak-anak yang sehat, pintar dan cerdas. Meskipun kepintaran seorang anak diturunkan dari gen Ayah dan Ibunya, namun bagaimana jika seorang perempuan yang menjadi Ibu itu tidak memiliki pendidikan yang cukup? Perempuan yang akan menjadi seorang Ibu yang berpendidikan akan lebih sadar akan pentingnya kesehatan, gizi, serta pola asuh yang baik dan benar bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, pendidikan bagi perempuan juga memiliki efek domino terhadap kesejahteraan keluarganya.
ADVERTISEMENT
Lebih luas lagi, banyak perempuan yang telah menampilkan dirinya bahwa pendidikan mampu mengubah dan mengangkat mereka dari kelemahan, kekalahan, keterbatasan, menuju keberhasilan. Banyak sosok perempuan hebat di luar sana yang berhasil membawa perubahan besar bagi dunia dengan adanya asupan pendidikan.
Setiap keberhasilan, tentu banyak tantangan. Namun, setiap tantangan akan ada celah cahaya yang menuntun, menjadikannya pijakan menuju kemenangan. Beberapa faktor yang menghambat perempuan dalam mengenyam pendidikan adalah ekonomi, budaya, dan dukungan. Dukungan ini terdiri atas keluarga dan lingkungan masyarakatnya. Sebab itulah, penting bagi semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan keluarga—untuk mendukung akses pendidikan bagi perempuan tanpa diskriminasi. Menghapus yang namanya "patriarki".
Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuka peluang lebih luas. Pendidikan juga bukan sekadar pilihan. Perempuan yang terdidik tidak hanya memperbaiki nasib dirinya sendiri, tetapi juga membantu dan berkontribusi membangun peradaban dunia yang lebih maju. Saat perempuan diberi kesempatan untuk belajar, hal terkecil di dunia ini pun akan semakin berkembang.
ADVERTISEMENT
Dibalik semua persoalan ini, penulis sangat bangga dengan semua perempuan di dunia yang, meskipun memiliki keterbatasan dalam mengenyam pendidikan, mereka tetap mampu menjalankan peran hebat sebagai seorang Ibu. Kasih sayang dan keteguhannya, mereka mengandung, melahirkan, merawat, serta mendidik anak-anaknya hingga mereka tumbuh sebagai pribadi yang dewasa dan sukses di bidang masing-masing.
Semua keterbatasan tak pernah menjadi tembok penghalang bagi mereka untuk menanamkan nilai kehidupan, kebijaksanaan, dan masa depan yang lebih baik. Perjuangan para perempuan adalah bukti bahwa cinta, kasih sayang, ketulusan, dan keteguhan hati seorang perempuan mampu menciptakan sebuah perubahan. Bahkan, saat mereka tanpa memiliki gelar akademik sekalipun.
Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS. Indonesia termasuk negara yang terdampak kebijakan baru ini. Tarif Impor Baru Trump, Indonesia Kena 32%