Di Balik Gelar Sarjana, Ada Perjuangan yang Tidak Selalu Terlihat

UNIVERSITAS PAMULANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hilda Nurohmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah nggak sih, kamu merasa kuliah ternyata nggak semudah yang dibayangkan? Awalnya mungkin kita berpikir bahwa kuliah hanya tentang datang ke kelas, mendengarkan dosen, mengerjakan tugas, lalu pulang. Tapi, semakin dijalani, semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Tugas datang silih berganti, materi kadang sulit dipahami, belum lagi revisi yang membuat kita harus memperbaiki pekerjaan yang sudah susah payah diselesaikan.
Ada kalanya semua terasa berjalan begitu cepat, sementara kita masih berusaha memahami apa yang sedang dihadapi. Rasanya ingin menyelesaikan semuanya dengan baik, tetapi tenaga, waktu, dan pikiran juga punya batas. Di titik seperti itu, kuliah bukan lagi sekadar tentang belajar di kelas, melainkan tentang bagaimana kita menghadapi berbagai hal yang tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Menjadi mahasiswa ternyata bukan cuma soal mendapatkan nilai bagus atau mengejar IPK tinggi. Ada banyak hal yang harus dipelajari di luar materi perkuliahan. Kita belajar mengatur waktu, bertanggung jawab atas pilihan sendiri, menerima kritik, bahkan belajar berdamai dengan hasil yang belum sesuai harapan.
Bayangkan ketika sudah merasa mengerjakan tugas dengan maksimal, tetapi ternyata masih ada bagian yang harus diperbaiki. Awalnya mungkin muncul rasa kecewa. Kita merasa sudah berusaha, tetapi hasilnya belum seperti yang diinginkan. Namun, setelah dipikirkan kembali, bukankah dari situ kita bisa mengetahui apa yang masih perlu diperbaiki?
Memang tidak mudah menerima kenyataan bahwa usaha kita belum selalu menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Akan tetapi, kalau setiap kesalahan dianggap sebagai akhir dari segalanya, kita justru akan kesulitan berkembang. Kadang, yang kita butuhkan bukan langsung menjadi lebih hebat, melainkan bersedia belajar lagi dari hal-hal yang sebelumnya belum kita pahami.
Hal lain yang sering terlupakan adalah setiap mahasiswa punya perjalanan masing-masing. Di kampus, kita bisa melihat teman yang terlihat mudah memahami materi, aktif saat berdiskusi, atau selalu mendapatkan hasil yang baik. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri sendiri dengan mereka.
Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana proses yang mereka jalani. Begitu juga sebaliknya, orang lain belum tentu mengetahui perjuangan yang sedang kita hadapi. Karena itu, rasanya kurang adil kalau kita menilai kemampuan diri sendiri hanya berdasarkan pencapaian orang lain.
Bukan berarti kita tidak boleh menjadikan teman sebagai motivasi. Justru kita bisa belajar banyak dari orang-orang di sekitar. Namun, jangan sampai keinginan untuk menyamai pencapaian orang lain membuat kita lupa menghargai perkembangan diri sendiri. Bisa jadi, hal yang terlihat sederhana bagi orang lain merupakan pencapaian besar bagi kita.
Ada juga masa ketika kuliah terasa melelahkan dan kita hanya ingin semua tugas cepat selesai. Dalam keadaan seperti itu, tidak apa-apa kalau sesekali merasa jenuh. Kita tidak harus selalu terlihat kuat atau selalu mampu menyelesaikan semuanya sekaligus. Mengambil waktu untuk beristirahat, menyusun ulang prioritas, dan meminta bantuan ketika diperlukan juga merupakan bagian dari usaha untuk terus melangkah.
Sebab, bertahan bukan berarti memaksakan diri tanpa henti. Bertahan juga berarti memahami kapan kita perlu berhenti sejenak agar bisa kembali melanjutkan perjalanan dengan lebih baik.
Pada akhirnya, mungkin memang tidak semua hal yang kita dapatkan selama kuliah bisa diukur melalui nilai di transkrip. Ada keberanian untuk mencoba, kemampuan menerima masukan, kebiasaan menyelesaikan tanggung jawab, dan kemauan untuk memperbaiki kesalahan. Hal-hal tersebut mungkin tidak selalu terlihat, tetapi akan berguna ketika kita menghadapi kehidupan setelah lulus nanti.
Gelar sarjana memang menjadi salah satu tujuan dari perjalanan ini. Namun, proses untuk mendapatkannya juga mengajarkan banyak hal tentang kehidupan. Kita belajar bahwa tidak semua rencana berjalan mulus, tidak semua usaha langsung membuahkan hasil, dan tidak semua orang harus mencapai sesuatu pada waktu yang sama.
Jadi, kalau hari ini perjalanan kuliahmu terasa berat, jangan buru-buru menganggap dirimu tertinggal. Kamu tidak harus selalu menjadi yang paling cepat atau paling unggul untuk membuktikan bahwa usahamu berarti. Selama masih ada hal yang bisa dipelajari dan diperbaiki, selalu ada kesempatan untuk melangkah lagi.
Karena pada akhirnya, yang kita bawa dari bangku kuliah bukan hanya gelar di belakang nama, tetapi juga pengalaman, pelajaran, dan cara kita menghadapi berbagai tantangan yang datang dalam kehidupan.
