Cahaya Kebaikan

Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Freelance Writer.
Tulisan dari Hilda P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tindakan kebaikan memiliki dampak lebih dari yang dapat kita bayangkan. Ketika kita baik kepada seseorang, bukan hanya orang itu yang diuntungkan, tetapi banyak pihak yang akan terdampak efeknya. Kebaikan akan melahirkan kebaikan lainnya.
Kebaikan itu seperti lentera yang menerangi kegelapan, apalagi saat kita mendapatkannya di masa sulit. Beberapa orang menyebutnya anugerah atau kasih sayang. Saya suka menyebutnya kebaikan. Apapun itu, tindakan kebaikan itu menular dengan cara yang baik.
Beberapa kali saya membaca berita tentang rumah makan gratis, pengunjung yang datang tidak perlu membayar dan bisa makan sepuasnya. Awalnya hanya sedikit rumah makan gratis ini, semakin lama semakin menjamur dan tersebar hampir di tiap daerah. Kebaikan ini menular dan menyebar seperti virus.
Saya sendiri tidak memiliki rumah makan gratis, tetapi saya terinspirasi dengan kisah rumah makan gratis ini. Sesekali saya membagikan makanan nasi kotak di hari Jumat sebagai bentuk kepedulian saya kepada orang lain di masa pandemi ini.
Sejatinya sebagai mahluk sosial, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Begitu juga dengan kebaikan, tidak akan ada dunia yang damai jika tanpa kebaikan didalamnya.
Teruslah berbuat baik, karena kebaikan itu menular.
