Konten dari Pengguna

Pengorbanan Ibu Yang Sangat Luar Biasa

Hillyah Rahmadanti

Hillyah Rahmadanti

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hillyah Rahmadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengorbanan Ibu Yang Sangat Luar Biasa
zoom-in-whitePerbesar

Katanya kasih Ibu itu sepanjang masa dan tidak bisa diukur dengan satu hari saja. Menurutku, ibu adalah seorang yang bisa begitu perkasa sekaligus tegar diwaktu yang sama. Ibu memang seistimewa itu bagiku, ia bisa menjadi pahlawan dan bidadari. seiring dengan usianya yang kian mendekati senja kerut di kening dan di pipinya adalah bukti kelelahan dari pengorbanan seseorang yang amat luar biasa. Tangan yang dulunya halus, kian hari menjadi kasar karena kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan. Betapa rida dan keikhlasan doa ibu begitu meringankan langkah seorang anak dalam mengarungi kehidupan.

Perjuangan seorang ibu mulai dari mengandung, melahirkan, dan membesarkanku dengan kasih sayang tidak dapat dibayar dengan harta apapun. Ketika ibu mengandung membawa aku didalam kandungannya, ibu tidak sedikitpun mengeluh bahkan selalu berhati-hati menjagaku agar tetap didalam lingkungannya.

Aku sangat bangga dan sangat hormat dengannya, semakin dewasa akupun tersadar tak ingin lagi sedikitpun menyakiti hatinya, karena aku tau pengorbanannya merawatku begitu tulus tanpa rasa mengeluh, aku terlahir sempurna tidak ada kekurangan apapun, ibuku hebat luar biasa membesarkanku dengan tulus sabar penuh keikhlasan, aku anak kelima dari lima bersaudara, sangat luar biasa ibuku bisa merawat kelima anaknya hingga dewasa dan menjadi kebanggaannya, ibu menjaga anak-anaknya dengan kasih sayang yang begitu tulus, dan merawat dengan kasih sayang, aku ingin sekali membahagiakannya dengan membawa ia ketanah suci..

Terima kasih selalu ada disaat aku menghadapi masalah berat. Hanya engkau tempat cerita dan berbagi beban perasaanku, jasamu yang menjadi perantara aku terlahir didunia, ikhlas mengandung tanpa berkelu kesah, menjadi seorang guru yang tak pernah digaji, pembantu yang tak pernah dibayar, dan menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Aku merasa beruntung mempunyai ibu sekaligus sahabat terbaik sepertimu. Terima kasih membuatku nyaman memberi kesempatan untuk ku bercerita.

(Hillyah rahmadanti/PNJ)