Cerita Pendek : Suka dan Duka Setelah Pandemi Covid-19

Hilwa Tsamarah
Mahasiswi dari Unversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Konten dari Pengguna
28 November 2022 21:21 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hilwa Tsamarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto ini diambil secara langsung hasil dari jepretan sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Foto ini diambil secara langsung hasil dari jepretan sendiri
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Wabah covid-19 pertama kali dideteksi di kota Wuhan, Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Ia adalah virus yang tak terlihat dan mematikan. Sudah berjalan kurang lebih dua tahun covid-19 hadir, dan sekarang tepatnya hari ini tanggal 8 November 2022, covid-19 sudah mulai hilang.
ADVERTISEMENT
Dengan dinyatakan covid-19 hilang tetapi kita harus waspada yaitu dengan memperhatikan protokol kesehatan. Covid-19 hadir saat aku masih duduk di bangku Madrasah Aliyah kelas 11. Hadirnya covid-19 membuat aku merasa bosan dan jenuh karena semua aktivitas harus dilakukan dirumah. Hari demi hari di lewati, kini sudah berganti tahun. Saya sudah melewati masa duduk di kelas 12 madrasah aliyah. Di kelas 12 ini, tugas sekolah semakin banyak, dan juga harus belajar untuk ujian kelulusan, ditambah persiapan belajar masuk (PTN). Rasanya nikmat sekali harus dijalankan dengan ikhlas, walaupun terkadang suka mengeluh.
Tiba saat nya mendaftar (PTN). Aku belajar materi yang harus dipelajari untuk masuk ke (PTN). Usaha ku tidak menghianati hasil. Aku alhamdulillah sudah dinyatakan masuk ke (PTN). Ya benar aku masuk ke (PTN). Tidak menyangka, bersyukur, dan bahagia. Setelah itu masa perkuliahan dimula. Mulai dari perkenalan sampai semester genap kegiatan perkuliahan masih dilakukan secara daring. Rasanya sudah dipastikan sedih karena awal masuk perkuliahan tidak bisa merasakan bertemu dengan teman baru, tidak bisa datang ke kampus, tidak mempunyai pengalaman yang seru, dan tidak bisa belajar di ruang kelas, serta harus beradaptasi terhadap tugas dan cara belajar dunia perkuliahan. Selain itu juga merasakan senang karena hemat waktu, uang, tenaga dan juga bisa dilakukan dirumah asalkan selalu sedia paket kuota.
ADVERTISEMENT
Lalu semester ganjil perkuliahan dimulai dan sudah diberlakukan dengan tatap muka walaupun sesekali dilakukan dengan daring. Pada waktu ini covid-19 sudah hilang karena itu kegiatan perkuliahan diperbolehkan dilakukan dengan tatap muka. Saat covid-19 sudah hilang orang-orang sudah memadati jalan, jalanan mulai macet, orang-orang sudah bekerja, berangkat sekolah, berjualan barang dagangan, dan masih banyak lagi.
Ketika aku ingin melakukan aktivitas diluar rumah, hati ini rasanya gembira. Akhirnya bisa aktivitas seperti biasanya. Mulai dari menikmati pemandangan suasana ibukota, bisa merasakan udara segar walaupun tetap memakai masker, bisa berkumpul bersama keluarga, teman, dan sahabat walaupun harus menjaga jarak. Selain itu juga gembira karena hal yang ditunggu yaitu belajar di kampus akhirnya bisa menjadi kenyataan. Mengapa gembira? karena bisa bertatap muka langsung dengan teman, menjelajahi ruang-ruang sekitar kampus, belajar tatap muka secara langsung dijelaskan oleh dosen, dan yang terakhir bisa melaksanakan salat tarawih di masjid, jalan-jalan mencari takjil buka puasa, serta salat idul adha dan idul fitri sudah diperbolehkan di masjid.
ADVERTISEMENT
Melihat semua keadaan kembali normal sungguh senang karena sudah berhasil melewati suka dan duka saat covid-19 itu berlangsung. Semoga dengan datangnya dan berakhirnya penyakit covid 19 ini menjadikan kita selalu bersyukur dalam hal apapun. Terutama nikmat sehat wal afiat.