Mahasiswa Kalbar Berinovasi Lewat EduPort PTP Nonpetikemas di Terminal Kijing
·waktu baca 4 menit

Hi!Pontianak - Pelepasan 15 mahasiswa pada Program Magang Berkarya dan Inovasi di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat yang dikelola oleh Perusahaan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Pontianak sukses digelar di Ruangan Sintete, Kantor Pelindo Cabang Pontianak pada Senin, 24 November 2025.
Program EduPort yang berlangsung selama satu bulan ini meliputi magang terstruktur, pembelajaran lapangan, serta penyusunan gagasan inovasi berbasis kebutuhan operasional pelabuhan bagi 15 peserta mahasiswa yang berasal dari dua universitas, yaitu Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Pontianak.
Melalui rangkaian presentasi dan penjurian, lima inovasi terbaik terpilih dalam kategori Best Out of the Box Idea, Best Work Safety, Best Environmental Health, Best Engineering Structure, dan Best Operations Solution. Dua di antaranya—Oil Absorb Pad dan Rubber Mat Puzzle—ditargetkan mulai diimplementasikan pada akhir 2025.
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PTP Nonpetikemas, Bambang Sakti, menegaskan, “Inovasi ini tidak berhenti di sini. Dua program ditargetkan berjalan di 2025 dan tiga lainnya di 2026. Kami bangga bahwa investasi sosial ini membangun relasi, berguna bagi bisnis, sekaligus memberi semangat bagi tenaga kerja harian. Kegiatan TJSL CSV ini juga mengajak kolaborasi masyarakat dan mahasiswa sehingga dampaknya tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi penguatan SDM dan ekosistem logistik di sekitar Terminal Kijing.”
Ia melanjutkan, program tersebut membuktikan bahwa pelabuhan bukan hanya pusat logistik, tetapi juga ekosistem pembelajaran.
“Masukan dari mahasiswa dan kampus membuka perspektif baru bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, HSSE, dan operational excellence. Selain itu, pelatihan dan sertifikasi Pekerja Harian menjadi langkah strategis untuk menghadirkan tenaga kerja lokal yang terlatih dan berstandar nasional, terutama di bidang curah cair, curah kering, dan general cargo,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, yang diwakili oleh Manager Kepatuhan Bisnis, Mustafa, mengapresiasi inisiatif PTP Nonpetikemas dalam menyatukan dunia industri, kampus, dan masyarakat lokal melalui TJSL EduPort dan sertifikasi Pekerja Harian.
Menurutnya, program tersebut menjadi bukti bagaimana Pelindo Group menjalankan perannya dalam membangun SDM unggul di daerah operasi. Ia juga menyoroti posisi strategis Terminal Kijing sebagai salah satu tulang punggung rantai pasok Indonesia bagian barat dengan potensi besar sebagai gerbang ekspor produk turunan kelapa sawit, mengingat ekosistem industri sawit Kalimantan Barat yang masif.
Pemerintah daerah turut memberikan apresiasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Mempawah, Johana Sari Margiani, menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Indonesia Emas, membuka akses pembelajaran bagi mahasiswa, serta mendorong percepatan ketersediaan tenaga kerja berkompetensi untuk siap terjun ke industri. Ia menilai PTP Nonpetikemas harus menjadi motivator bagi perusahaan lain.
Dukungan juga datang dari Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak, yang diwakili oleh Staf Bidang Lala, Heriansyah, yang telah membuat program inisiatif dan turut memberi manfaat bagi operasional Kijing hingga mendorong peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
Salah satu peserta TJSL PTP EduPort, Muhammad Afiq, membagikan ceritanya bahwa awalnya mereka tidak menyangka terpilih dan sempat kurang percaya diri. Namun, mereka sangat bersyukur diterima oleh PTP Nonpetikemas.
Mereka menjelaskan bahwa langkah pertama di PTP Nonpetikemas adalah menyelesaikan ide karya ilmiah yang telah disiapkan, serta berharap gagasan tersebut dapat diaplikasikan untuk memberi manfaat bagi operasional Terminal Kijing.
Selain inovasi mahasiswa, PTP Nonpetikemas melaksanakan Program Sertifikasi dan Pelatihan Pekerja Harian. Sebanyak 9 tenaga kerja harian mengikuti pelatihan awal dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kategori bidang penanganan kemasan Curah Cair, Curah Kering, dan General Cargo. Program ini memastikan Pekerja Harian memiliki kompetensi sesuai standar agar siap mendukung layanan pelabuhan secara profesional.
Implementasi CSV TJSL PTP Nonpetikemas bidang pendidikan ini bukan hanya mendukung pengembangan SDM masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan operasional perusahaan.
Dengan berakhirnya Program EduPort dan dimulainya pelatihan Pekerja Harian, PTP Nonpetikemas menargetkan model kolaborasi ini dapat direplikasi di cabang-cabang lainnya untuk memperluas dampak sosial dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan perusahaan.
Terminal Kijing saat ini melayani komoditas utama seperti curah cair, curah kering, dan produk turunan kelapa sawit. Terminal ini juga berfungsi sebagai pelabuhan penyangga yang menampung aktivitas Pelabuhan Dwikora Pontianak yang telah melebihi kapasitas.
Hingga Oktober 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak telah merealisasikan trafik produksi sebesar 3,21 juta ton, tumbuh 46% dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencapai 2,2 juta ton.
Dengan peran strategis tersebut, Terminal Kijing menjadi solusi logistik yang mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor kepelabuhanan.
