Kumparan Logo
Konten Media Partner

4 Makanan Khas Imlek dan Makna di Baliknya

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selain di Singkawang, Kue Keranjang Sin Fung juga diproduksi untuk memenuhi permintaan luar negeri, seperti Hongkong dan Taiwan. Foto: Try Saskya/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Selain di Singkawang, Kue Keranjang Sin Fung juga diproduksi untuk memenuhi permintaan luar negeri, seperti Hongkong dan Taiwan. Foto: Try Saskya/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Salah satu tradisi yang selalu dilakukan bersama saat perayaan Imlek adalah makan bersama keluarga dan berdoa untuk tahun yang baru. Makanan khas selalu disajikan saat perayaan Imlek.

Sejumlah makanan yang disajikan saat perayaan Imlek memiliki makna tersendiri. Masyarakat Tionghoa, seperti di Kalbar sendiri tentu tak melewatkan makanan ini.

Berikut Hi!Pontianak merangkum 4 makanan khlas Imlek dan makna di baliknya:

1. Kue Keranjang

Kue keranjang di Pasar Lama Tangerang. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kue keranjang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tionghoa seperti di Kalbar saat menyambut perayaan Imlek. Kue lengket manis ini terbuat dari ketan dan gula. Di negeri asalnya, Kue Keranjang bernama Nian Gao (Nien Kau) atau dalam dialek Hokkien disebut Thi Kue yaitu, kue manis.

Dalam sekeping kue keranjang mengandung makna yang sangat mendalam, terutama makna kebersamaan. Oleh karena itu, Kue Keranjang tak boleh terlupakan saat perayaan Imlek tiba.

2. Jeruk Mandarin

Jeruk Mandarin. Foto: Shutterstock

Jeruk Mandarin merupakan buah yang selalu hadir saat perayaan Imlek tiba. Buah ini wajib dihidangkan karena dipercaya membawa banyak keberuntungan. Biasanya, Jeruk Mandarin yang disajikan harus berbentuk utuh dengan tangkai dan daunnya.

Bagi masyarakat Tionghoa, daun pada Jeruk Mandarin melambangkan panjang umur. Sedangkan Jeruk Mandarin yang disajikan dalam bentuk utuh dipercaya dapat melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam keluarga. Tak hanya itu, warna oranye pada jeruk juga dianggap sebagai lambang emas.

3. Mi Panjang Umur

Mi asin menjadi kuliner wajib bagi warga Tiongho setiap perayaan Imlek. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Mi Panjang Umur atau yang dikenal dengan Siu Mie memikiki filosofi umur panjang, terlihat dari bentuk mi yang panjang. Mi panjang umur dipercaya sebagai simbol kelanggengan umur manusia. Masyarakat Tionghoa seperti di Kalbar biasanya menyebutnya dengan mi asin yang dihidangkan dan disantap bersama keluarga saat menyambut perayaan Imlek.

Sebelum menyantap mi panjang umur, biasanya keluarga berkumpul mengucapkan doa dan harapan untuk tahun yang baru. Cara menyantap mi panjang umur tidak boleh sembarangan, mi harus dimakan utuh tanpa digigit. Jika mi terputus, maka dipercaya memiliki arti yang tidak baik.

4. Yu Sheng

Ilustrasi yee sang. Foto: Shutter Stock

Yu Sheng merupakan campuran makanan seperti irisan ikan, wortel, lobak, mi, dan buah yang selalu hadir saat perayaan Imlek tiba. Tradisi Yu Sheng atau Prosperity Toss diibaratkan sebagai simbol kelimpahan dan semangat.

Cara menyantap hidangan Yu Sheng pun cukup unik. Masing-masing anggota keluarga harus sudah siap memegang sumpit dan dalam hitungan ketiga, Yu Sheng diaduk bersama-sama, lalu diangkat ke atas. Semakin tinggi Yu Sheng, dipercaya semakin baik dan membawa keberuntungan yang banyak di tahun yang baru.