Kumparan Logo
Konten Media Partner

4 Tanda Alergi Pembalut dan Cara Mengatasinya

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembalut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembalut. Foto: Shutterstock

Hi!Pontianak - Ketika sedang menstruasi atau haid penggunaan pembalut pastinya menjadi senuah keharusan. Terlebih, pembalut memiliki fungsi untuk menyerap darah haid sekaligus menjaga kebersihan daerah kewanitaan saat haid.

Akan tetapi, tidak semua perempuan bisa menggunakan pembalut. Sebab, sebagian dari perempuan terkadang mengalami reaksi alergi akibat pemakaian pembalut.

Lalu, apa saja gejala alergi pembalut dan cara mengatasinya yang perlu kamu ketahui?

Berikut ini ulasan dari Dokter Angelia Christiani, dalam unggahannya di media sosial TikTok:

1. Timbul Rasa Gatal

Ilustrasi pembalut. Foto: Shutterstock

Alergi terhadap pemakaian pembalut bisa kamu ketahui apabila muncul rasa gatal saat menggunakanya. Rasa gatal muncul sebagai reaksi kulit akibat alergi terhadap bahan perekat, pengawet atau pelembut. Sehingga, rasa gatal pun timbul di area sekitar vagina dan menyebabkan perasaan tidak nyaman.

2. Muncul Ruam

Alergi pembalut juga bisa mengakibatkan munculnya ruam atau iritasi pada kulit. Hal ini disebabkan oleh penggunaan pembalut yang beraroma, amterial sintetis dan kandungan kimia pada pembalut.

Bahkan tak jarang pula, munculnya ruam juga diakibatkan alergi terhadap perekat yang ada di pembalut. Bahan perekat tersebut juga bisa menimbulkan rasa gatas di area vagina.

3. Timbul Rasa Panas di Area Vagina

Bagi sebagian wanita yang memiliki kulit sangat sensitif, jika mengalami alergi terhadap pembalut, kemungkinan besar akan mengalami kulit yang kemerahan di sekitar vagina. Tak hanya itu saja, kulit akan terasa seperti terkabar akibat alergi terhadap bahan kimiawi yang terdapat pada pembalut.

4. Vagina Membengkak

Bahayanya lagi, alergi pembalut bisa menyebabkan vagina membengkak. Sebagai bagian tubuh yang cukup sensitif, bengkaknya vagina ini merupakan reaksi alergi yang normal terjadi. Namun, perlu waspada jika vagina yang bengkak disertai dengan gejala lain, yaitu demam, nyeri dan pendarahan hebat.

Ilustrasi pembalut wanita. Foto: Shutterstock

Cara Mengatasi Alergi Pembalut

Umumnya, reaksi alergi ini akan hilang jika sudah dijauhkan dan dihindarkan dari penyebab alerginya. Namun, jika masih mengalami tanda tersebut, ada beberapa cara yang perlu di lakukan untuk mencegah dan menangani alergi tersebut, di antaranya:

1. Jika area sekitar kewanitaan mengalami peradangan, kamu perlu membersihkan dan mengompresnya dengan air hangat.

2. Hindari menggunakan salep atau cairan pembersih yang manfaatnya tidak diketahui secara medis, karena dapat memperparah peradangan yang ditimbulkan.

3. Untuk mencegah alergi, pilihlah pembalut yang tidak mengandung deodoran, parfum, atau wewangian lainnya.

4. Pilih pembalut dengan permukaan yang lembut dan memiliki kemampuan sirkulasi udara yang baik, agar permukaan kulit area kewanitaan memiliki ruang bernapas.

5. Ganti pembalut secara teratur, setidaknya 3-4 jam sekali, untuk mencegah area kewanitaan terlalu lembap dan mengurangi risiko iritasi.

6. Jika dirasa kurang membaik, hendaknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.