Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Alasan Kota Pontianak Bikin Kamu Bangga

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Replika Tugu Khatulistiwa di Taman Alun-alun Kapuas. Foto: Diah Nadiva
zoom-in-whitePerbesar
Replika Tugu Khatulistiwa di Taman Alun-alun Kapuas. Foto: Diah Nadiva

Hi! Pontianak – Kota Pontianak yang pada hari ini, Rabu (23/10), sedang merayakan Hari Jadi ke-248 dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Pontianak memiliki daya tarik dari segi budaya, pariwisata, hingga kuliner yang sering kali diburu oleh wisatawan lokal dan macanegara.

Ada banyak ragam keunikan yang ditawarkan Kota Khatulistiwa. Berikut 5 alasan mengapa Kota Pontianak bikin kita bangga.

1. Berada tepat di garis Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa. Foto: Daddy Cavalero

Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang dilalui oleh garis Khatulistiwa. Garis lintas 0 derakat itu melintas persis di atas kota Pontianak, sehingga kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Uniknya, saat kulminasi berlangsung, matahari di kawasan yang dilewati oleh garis khatulistiwa berada tepat di atas kepala sehingga benda-benda apa pun tidak memiliki bayangan.

2. Memilki sungai terpanjang di Indonesia

Wakeskate dimainkan di Sungai Kapuas di Kota Pontianak. Foto: Daddy Cavalero

Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia yang melintasi 5 kawasan, termasuk Pontianak. Panjang Sungai Kapuas ini mencapai 1.143 Km. Sementara itu, lebarnya sekitar 70-150 meter. Sebutan sungai Kapuas diambil dari daerah Kapuas Hulu yang mengaliri aliran sungai tersebut.

3. Memiliki Kawasan khusus Warung Kopi

Warung Kopi Asiang merupakan salah satu warung kopi yang paling ramai dikunjungi di Pontianak. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Budaya ngopi menjadi ciri khas masyarakat Pontianak. Karena itu, jika kamu ke Pontianak akan menemukan banyak warung kopi di segala sudut kota. Kawasan ngopi yang paling popular adalah Jalan Gajahmada, yang oleh Pemkot Pontianak dijadikan kawasan wisata warung kopi. Keunikan tersebut membuat Jalan Gajahmada mendapat penamaan sebagai kawasan kuliner "Coffee Street".

4. Memilki perayaan festival meriam karbit

Meriam Karbit merupakan permainan tradisional masyarakat di pesisir Sungai Kapuas di Kota Pontianak. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Festival meriam karbit adalah sebuah festival yang dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat, salah satunya di kota Pontianak. Festival ini berlokasi di pesisir Sungai Kapuas. Meriam karbit berukuran besar dengan diameter hampir mencapai 1 meter, diledakkan dan menciptakan suara menggelegar.

5. Suguhan kuliner multietnik

Chai Kwe, kuliner khas Kalimantan Barat. Foto: Daddy Cavalero

Kalimantan Barat memiliki penduduk yang multietnis. Hal ini mempengaruhi banyaknya jenis kuliner dengan cita rasa beragam. Seperti Bubur Pedas yang merupakan makanan bubur tradisional yang berasal dari kabupaten Sambas. Kemudian ada Chai Kwe atau Choi Pan, yang merupakan makanan khas etnis Tionghoa, dengan bentuknya seperti pastel mini, berisi bengkoang, kucai, dan kacang tanah. Dan masih banyak lagi kuliner dari berbagai etnis yang bisa kamu cicipi saat berada di kota Pontianak. (Resi Jesita)