Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Tips Memakai Celana Dalam untuk Jaga Kesehatan Organ Intim Wanita

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi celana dalam. Foto: Shuutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi celana dalam. Foto: Shuutterstock

Hi!Pontianak - Menjaga kesehatan organ intim wanita tak hanya dengan cara membersihkan vagina dengan cara yang baik dan benar. Namun, kamu juga perlu memperhatikan penggunaan celana dalam agar organ intim terhindar dari berbagai infeksi yang menyerang.

Tak hanya mengganggu kesehatan organ intim, penggunaan celana dalam yang salah juga dapat berpengaruh pada aktivitas seksual.

dr. Dina Oktaviani, M. Biomed, memberikan 5 tips menggunakan celana dalam untuk menjaga kesehatan organ intim wanita. Berikut di antaranya:

1. Sering Mengganti Celana Dalam

Malas mengganti celana dalam bisa membuat kulit pada area kewanitaan menjadi gatal dan iritasi. Selain itu, kebiasaan malas mengganti celana dalam juga bisa meningkatkan risiko mengalami keputihan dan tumbuhnya infeksi jamur.

Jika kamu merasa celana dalam yang dikenakan terasa lembab, segeralah menggantinya, terlebih saat cuaca sedang panas yang membuat daerah lipatan mudah berkeringat. Rutin mengganti celana dalam akan menghindarkan terjadinya gatal, iritasi, dan munculnya bau tidak sedap pada area kewanitaan.

2. Pilih Celana Dalam Berbahan Katun

Pilih celana dalam berbahan katun. Foto: Shutterstock

Banyak wanita yang memilih celana dalam berbahan nilon, poliester, ataupun spandeks. Namun, perlu diketahui bahwa celana dalam dengan baham tersebut bisa berdampak buruk bagi kesehatan organ intim.

Pasalnya, celana dalam berbahan sintesis tidak dapat menyerap keringat dan membuat sirkulasi udara di organ intim tidak lancar. Untuk itu, gunakanlah celana dalam berbahan katun yang lebih lembut dan nyaman digunakan serta mampu menyerap keringat dengan baik.

3. Jangan Gunakan Celana Dalam Ketat

Menggunakan celana dalam ketat dapat membuat kamu merasa tidak nyaman dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi vagina. Selain itu, menggunakan celana dalam ketat juga akan menghambat sirkulasi darah.

Untuk menghindari risiko tersebut, kamu dapat menggunakan celana dalam dengan ukuran pas dan nyaman saat digunakan. Juga, pastikan celana dalam tidak terlalu bergesekan dengan organ intim saat sedang melakukan aktivitas.

4. Cuci Celana Dalam Dengan Sabun

Ilustrasi pakaian dalam. Foto: Shutter Stock

Mencuci pakaian dalam tidak boleh menggunakan sabun cuci sembarangan seperti deterjen biasa atau pemutih. Hal tersebut dapat membuat area vulva rentan mengalami iritasi, terlebih pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Kamu bisa mencuci celana dalam menggunakan deterjen mengandung hypoallergenic yang bebas bahan pewarna dan parfum. Saat mencuci, jangan campurkan cucian celana dalam dengan anggota keluarga yang sedang sakit atau mengalami infeki bakteri.

5. Lepas Celana Dalam saat Tidur

Melepas celana dalam saat tidur memiliki banyak manfaat seperti, membuat tidur menjadi lebih nyenyak, mencegah terjadi biang keringat pada area kewanitaan, serta mengurangi terjadi infeksi bakteri. Selain itu, melepas celana dalam saat tidur juga dapat meningkatkan keintiman antara kamu dan pasangan.