7 Fakta Anak Rantau di Bulan Ramadan

Hi!Pontianak - Anak rantau identik dengan orang yang mencari penghidupan di daerah atau negara lain, baik itu untuk kepentingan pendidikan ataupun mencari nafkah.
Anak rantau biasanya disibukkan dengan kerjaan atau aktivitas yang padat, dan tak bisa ditinggalkan ketika bulan Ramadan, sehingga mereka tetap berada di daerah perantauannya.
Jauh dari keluarga saat di bulan Ramadan memang kerap bikin sedih. Momen Ramadan yang kerap dirayakan dengan kumpul bersama sanak saudara, harus kamu lewati, untuk berjuang di perantauan, demi suatu pencapaian.
Lalu kebiasaan apa saja sih yang sering dialami anak rantau saat di bulan Ramadan?
1. Mencari atau menyiapkan makan sahur bersama teman kos.
Keadaan yang jauh dari keluarga membuat kamu repot untuk mempersiapkan makan sahur. Akhirnya kamu harus membeli ataupun memasak sendiri.
2. Ngabuburit akhir pekan diisi dengan rebahan.
Jika akhir pekan sudah tiba, biasanya anak rantau sudah dihadapi dengan keadaan yang melelahkan karena kerjaan. Kamu hanya bisa mengisi waktu liburmu dengan rebahan di kasur. Berbeda jika dekat dengan keluarga, waktu ngabuburitmu bisa diisi dengan kumpul atau mabar berrsama keluarga.
3. Mencari takjil bersama teman.
Anak rantau memang diharuskan untuk hidup mandiri, menyiapkan makanan dan keliling mencari takjil di pasar Juadah bersama teman terdekat. Namun menjadi prihatin jika teman kos kamu adalah orang yang individualis.
4. Tarawih keliling masjid.
Biasanya anak rantau tarawih keliling masjid, untuk mencari suasana kebersamaan di dalam masjid dengan orang-orang di dalamnya. Terkadang, usai salat tarawih mereka merasakan kesedihan karena momen tarawih yang jauh dari sanak keluarga.
5. Sempat menelepon keluarga saat berbuka puasa.
Agar buka puasanya sedikit lebih ramai, biasanya anak rantau menelepon keluarga saat berbuka puasa, hanya untuk mengucapkan selamat berbuka dan merasakan sedikit hangatnya kebersamaan, walaupun hanya via telepon.
6. Telat bangun sahur.
Bangun telat saat sahur sudah sering dilalui, karena tak ada keluarga yang membangunkan untuk makan sahur, terkadang hal tersebut cukup menyedikan. Dan akhirnya puasa dilalui tanpa makan sahur terlebih dahulu.
7. Menahan rindu.
Yang menjadi haru saat bulan Ramadan, adalah kamu harus menahan rindu. Untuk berkumpul bersama keluarga, kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu dahulu, demi mendapatkan cuti di hari raya. Tetap semangat ya menjalani Ramadan. (hp8)
