kumparan
Food & Travel7 Februari 2020 18:17

Aksi Kebal Para Tatung pada Ritual Cuci Jalan Cap Go Meh di Singkawang

Konten Redaksi Hi Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.10 (1).jpeg
Para tatung di Singkawang mulai beratraksi saat ritual cuci jalan di Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Jelang perayaan Festival Cap Go Meh yang akan digelar pada Sabtu (8/2), di Kota Singkawang, para tatung atau dukun di kalangan masyarakat Tionghoa, melakukan ritual cuci jalan untuk memohon keselamatan, pada Jumat (7/2).
ADVERTISEMENT
Ritual cuci jalan digelar rutin sehari sebelum digelarnya parade tatung, tepat pada tanggal 14 bulan pertama penanggalan Imlek.
Berbagai ruas jalan di Kota Singkawang dipadati oleh tatung beserta para pengiringnya untuk melakukan ritual cuci jalan, ritual tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga petang.
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.13 (1).jpeg
Para tatung di Singkawang menunjukkan aksi kebal saat ritual cuci jalan di Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Ritual cuci jalan sendiri merupakan ritual memohon keselamatan dan menolak bala untuk sebuah perkampungan. Mereka mendatangi kelenteng-kelenteng untuk menyembah para dewa, terutama Dewa Bumi Raya atau Tua Peh Kong.
Para tatung beserta pengiringnya berarak-arakan keliling kampung hingga kota, untuk melakukan cuci jalan tersebut.
Pada ritual cuci jalan tersebut, terpantau dari beberapa sudut di Kota Singkawang yang dipadati dengan masyarakat dan wisatawan. Mereka sangat antusias menyaksikan ritual tersebut. Beberapa wisatawan mancanegara juga terpantau berkunjung dan menyaksikan ritual cuci jalan tersebut.
ADVERTISEMENT
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.46 (1).jpeg
Para tatung berkunjung ke kelenteng-kelenteng, untuk meminta restu dari para dewa untuk melaksanakan parade Cap Go Meh di Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.46.jpeg
Aksi kebal tatung dengan menyiramkan minyak lilin. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.45 (2).jpeg
Tatung menunjukkan atraksi kebal dengan meninjak pedang. Foto Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.45 (1).jpeg
Tatung kemasukan saat bersembahyang di kelenteng Dewi Kwan Im di Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.45.jpeg
Seorang warga Tionghoa melakukan persembahan untuk dewa pada ritual cuci jalan di Singkawang. Foto; Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.13.jpeg
Atraksi kebal diperagakan oleh seorang tatung di Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.12 (2).jpeg
Seorang tatung kerasukan dan memperagakan aksi kebal mereka. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.12 (1).jpeg
Atraksi dari Yayasan Fab Zhu Kung di Jalan Abadi Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.12.jpeg
Seorang tatung berjalan di tengah genangan air. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.11 (2).jpeg
Iring-iringan tatung berjalan mengitari perkampungan di kawasan Singkawang Barat. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.11 (1).jpeg
Atraksi dari Yayasan Fab Zhu Kung menuju Kelenteng Dewi Kwan Im Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.11.jpeg
Seorang tatung berjalan melintasi genangan air. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.10.jpeg
Tatung melintas di Jalan Yohana Godang Singkawang. Foto: Teri/Hi!Pontianak
WhatsApp Image 2020-02-07 at 17.33.09 (1).jpeg
Atraksi tatung di Kelenteng Dewi Kwan Im. Foto: Teri/Hi!Pontianak
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan