Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anak Korban Prostitusi Online di Pontianak Tawarkan Jasa di Media Sosial

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penggerebekan prostitusi online yang melibatkan anak. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penggerebekan prostitusi online yang melibatkan anak. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Anak Korban Prostitusi Online di Pontianak Tawarkan Jasa di Media Sosial

Hi!Pontianak - Prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur masih marak terjadi di Kota Pontianak. Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, mengatakan, bahkan saat ini mereka mulai terbuka, terang-terangan menawarkan jasa mereka di media sosial.

Kepada awak media, Eka mengatakan, dari penelusuran di media sosial, pihaknya menemukan seorang anak yang menawarkan jasa di media sosial, seharga Rp 150 ribu per jam.

“Mereka sudah ada yang terbuka di media sosial, menawarkan jasa dengan tarif Rp 150 ribu per 1 jam,” ucap Eka, Rabu, 23 Desember 2020.

Sebelumnya, ia bersama pihak kepolisian menggerebek anak di bawah umur, di beberapa hotel di Kota Pontianak.

“Dalam penggerebekan, setelah dicek, ada 11 anak di 1 hotel, dan mereka sudah 4 hari tinggal di sana. Berarti ini ada pembiaran dari pihak hotel,” ucapnya.

Eka mengatakan, beberapa dari mereka yang terjun ke dunia prostitusi beragam penyebabnya. Mulai dari faktor ekonomi seperti kemiskinan, kepasrahan (korban kasus pencabulan), dan gaya hidup.

“Ada yang karena perekonomiannya kurang, lalu ada yang pernah jadi korban kasus pencabulan, lalu untuk gaya hidup seperti ingin pakai handphone baru, iPhone, ada yang ingin pakai skincare, dan pasang gigi kawat,” imbuhnya.