Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anjing Pelacak dari Polda Kalbar Unit K-9 Curi Perhatian di CFD Pontianak

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anjing pelacak (Moana dan Lexy) dari Pawang Satwa Polda Kalbar Unit K-9 tampil di kawasan publik CFD Pontianak pada Minggu pagi, 23 November 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Anjing pelacak (Moana dan Lexy) dari Pawang Satwa Polda Kalbar Unit K-9 tampil di kawasan publik CFD Pontianak pada Minggu pagi, 23 November 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak – Gebrakan menarik dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) berhasil mencuri perhatian warga setempat saat Car Free Day (CFD) di Kota Pontianak berlangsung. Pasalnya, pihak Pawang Satwa Polda Kalbar Unit K-9 membawa tiga ekor anjing pelacak di kawasan publik.

Matias Ginting, Pawang Satwa Polda Kalbar Unit K-9, menjelaskan bahwa kehadiran satwa di ruang publik tersebut bertujuan untuk mengenalkan kemampuan si anjing sebagai bentuk edukasi sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat yang berlalu-lalang saat CFD.

Lexy, anjing rottweiler betina. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

"Kami membawa satwa tiga ekor, yaitu Lexy (betina), Moana (betina), dan Hammer (jantan). Ada dua kemampuan, pelacak bom dan pelacak narkotika," kata Matias, Pawang Satwa Polda Kalbar Unit K-9 pada Minggu, 23 November 2025.

Dari ketiga ekor anjing tersebut, Lexy dan Hammer merupakan jenis rottweiler, sedangkan Moana berjenis golden retriever. Dua di antaranya betina dan satunya jantan. Untuk jenis rottweiler memiliki berat badan 40-an kilogram, sementara golden retriever berbobot 30-an kilogram.

Salah satu warga berfoto bersama Hammer, anjing rottweiler jantan. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

Matias bilang, para anjing tersebut dilatih secara intensif dan bertahap selama satu bulan penuh oleh setiap pawang satwa di Polda Kalbar. Kemampuan melacak mereka dididik dengan tujuan agar bisa membantu pihak polisi dalam menyelidiki berbagai kasus.

Setiap ekor anjing diberi asupan makanan berupa dog food yang dikonsumsi satu kali sehari, yaitu makanan kering dan makanan basah yang mana keduanya dicampur.