Apakah Bohong Bisa Membatalkan Puasa? Begini Penjelasannya

Hi!Sakinah - Berbohong mungkin menjadi suatu hal yang sulit dihindari oleh sebagian besar orang. Apabila kebohongan sudah menjadi suatu kebiasaan maka orang tersebut tidak bisa terlepas dari kebiasaan berbohong.
Lalu, apa jadinya jika seseorang masih terus melakukan kebohongan selama bulan Ramadhan? Apakah berbohong tergolong kategori yang membatalkan puasa?
Menurut Ustaz Ihsan Septiadi, berbohong atau berdusta di bulan Ramadhan tidak akan membatalkan puasa. Namun, berbohong saat bulan Ramadhan seperti saat ini dapat mengurangi pahala puasa.
"Berbohong tidak membatalkan tapi akan mengurangi (pahala). Berbohong itukan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai realita. Sebatas mengucapkan sesuatu, tidak menyebabkan puasa seseorang menjadi batal. Jadi, puasanya tetap sah tapi tak bernilai," kata Ustaz Ihsan, Sabtu, 23 April 2021.
Lebih lanjut, Ihsan mengatakan, sekalipun berbohong tak membatalkan puasa, berkata bohong bisa menjadi penyebab amal ibadah puasa tak diterima Allah SWT. Sebab, berbohong atau berdusta termasuk dalam 5 perkara yang bisa menghapus pahala puasa seseorang. Untuk itu, umat muslim hendaknya senantiasa berkata baik dan jujur karena berbohong adalah perbuatan tercela.
"Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat," ungkapnya.
Dari pemaparan tersebut dapat diketahui bahwa, berbohong saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa, tetapi mengurangi nilai dan pahala puasa. Oleh karena itu umat Islam yang menjalankan puasa Ramadhan harus menjaga lisan agar tidak berbohong atau mengeluarkan perkataan yang tercela.
