Kumparan Logo
Konten Media Partner

Apel Siaga, Menhut Tetapkan 52 Desa Sasaran Pencegahan Karhutla di Kalbar

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhut, Raja Juli Antoni saat memeriksa kesiapan pasukan di upacara Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Menhut, Raja Juli Antoni saat memeriksa kesiapan pasukan di upacara Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni tetapkan 52 desa sasaran pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Hal ini disampaikannya saat memimpin Apel Siaga Pengendalian Karhutla Provinsi Kalbar pada Kamis, 5 Juni 2025 di Halaman Kantor Gubernur Kalbar.

"Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Ditjen Penegakan Hukum telah menetapkan desa sasaran pencegahan karhutla sejumlah 518 desa sasaran. Desa sasaran di Kalimantan Barat sejumlah 52 desa yang tersebar di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang," ungkap Menhut melalui siaran persnya.

Penetapan desa sasaran pengendalian karhutla ini, ditindaklanjuti dengan kegiatan pembentukan serta pembinaan teknis Masyarakat Peduli Api (MPA).

Menhut, Raja Juli Antoni saat mengecek sapras yang dimiliki para petugas pemadam. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak

"Di Kalimantan Barat sendiri sampai dengan saat ini berjumlah 1.165 personel yang tersebar di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Melawi, Pontianak, Sambas, Sanggau, Singkawang, Sintang. Pembentukan dan pembinaan teknis MPA ini telah mendapatkan atensi dan dukungan positif dari Komisi IV DPR," tambahnya.

Upaya-upaya pengendalian karhutla akan terus dilakukan melalui upaya pencegahan, pemadaman hingga penanganan pasca. Kegiatan pencegahan karhutla dilaksanakan melalui patroli pencegahan karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sosialisasi, dan kampanye pencegahan karhutla terutama pada provinsi rawan karhutla.

Sementara itu, untuk kegiatan pemadaman dilakukan melalui pemadaman dari darat secara efektif dan efisien, sesegera mungkin, dan jangan biarkan api membesar. Pemadaman dari udara harus bersinergi memberikan dukungan kepada pelaksanaan kegiatan pemadaman darat.