Astra Satu Indonesia Bantu Siti Badariah Kembangkan Kampung Baca Tansal

Konten Media Partner
24 Desember 2022 17:37
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Badariah, Founder Kampung Baca Tansal mengajar anak-anak. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Badariah, Founder Kampung Baca Tansal mengajar anak-anak. Foto: Dok. Pribadi
Hi!Pontianak - Siti Badariah mendirikan taman baca bernama Kampung Baca Tansal untuk mengedukasi dan meningkatkan minat baca anak-anak di desa pedalaman, khususnya di Tanjung Saleh, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.
Penerima Apresiasi Satu Indonesia Award tahun 2021 tingkat Provinsi Kalbar Bidang Pendidikan dari Astra Internasional ini terus mengembangkan Kampung Baca Tansal dengan berbagai program yang tak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang tua. Siti Badariah mengaku terbantu dengan adanya bantuan dari Astra Satu Indonesia saat itu.
Beragam program atau kegiatan telah dilaksanakan oleh Badar bersama relawan Kampung Baca Tansal. Ada Perahu Baca, Ahad Cerdas, Bimbingan Belajar Komputer, Menulis Kaligrafi, Sekolah Orang Tua serta masih banyak kegiatan motivasi dan edukasi lainnya yang digalakkan oleh Kampung Baca Tansal.
"Program-program yang sudah kami laksanakan seperti Perahu Baca, yakni kami membawa bahan bacaan yang ada di Kampung Baca Tansal agar lebih dekat dengan masyarakat sekitar yang tidak bisa mengunjungi taman bacaan kami," ungkap Badar, sapaan akrab Siti Badariah, kepada Hi!Pontianak, Sabtu, 24 Desember 2022.
Anak-anak diajari berhitung. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak diajari berhitung. Foto: Dok. Pribadi
Selanjutnya ada Ahad Cerdas. Program ini adalah kegiatan edukasi dan motivasi berkaitan dengan kegiatan-kegiatan inspiratif, yakni dengan mendatangkan sosok inspiratif. Program ini bertujuan agar anak-anak lebih termotivasi lagi.
"Kemudian mendatangkan beberapa profesi pekerjaan yang dapat memberikan motivasi kepada mereka (anak-anak) untuk menggapai impian-impian dari dunia pekerjaan," ujarnya.
"Tidak hanya itu saja, ada juga beberapa kegiatan edukasi seperti membuat kerajinan, membaca cerita, dan kegiatan-kegiatan lainnya, yang pastinya berkaitan dengan literasi," timpal Badar.
Badar yang sehari-harinya bekerja sebagai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di DP3KB Kabupaten Kubu Raya itu menambahkan, untuk program Bimbingan Belajar Komputer saat ini belum terlalu sering dilaksanakan. Mengingat keterbatasan alat untuk memberikan praktik kepada anak-anak.
Bahkan, Kampung Baca Tansal yang berdiri sejak 5 Desember 2017 itu kini memiliki kegiatan memberantas buta huruf sejak dini. Badar bersama para relawan mengajarkan anak-anak yang belum bisa membaca. Program ini memang bukan sebuah program unggulan. Kendati demikian program ini dilaksanakan untuk memudahkan anak-anak yang belum bisa membaca agar dapat membaca dengan lancar.
Badar bersama volunter Kampung Baca Tansal menggunakan perahu untuk memudahkan anak-anak mengakses buku. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Badar bersama volunter Kampung Baca Tansal menggunakan perahu untuk memudahkan anak-anak mengakses buku. Foto: Dok. Pribadi
Kampung Baca Tansal juga menghadirkan program menulis kaligrafi. Sebelum pandemi, program ini rutin dilaksanakan setiap malam Minggu. Namun, usai pandemi COVID-19 program ini belum bisa terlaksana kembali lantaran tutor yang mengajar memiliki kesibukan lain.
"Untuk mengisi program tersebut, kita laksanakan ngaji kitab dan hafalan-hafalan," ujar Badar.
Saat ini, kata Badar, pihaknya sedang memulai kegiatan yang fokus utamanya kepada remaja. Selanjutnya, ada Sekolah Orang Tua. Program ini mulai dilaksanakan pada November 2022.
"Jadi, Sekolah Orang Tua ini khusus untuk orang tua ada yang tergolong muda sampai usia 59 tahun, khususnya yang tidak bisa baca tulis atau tidak bisa berbahasa Indonesia. Ada tujuh kelompok atau 70 orang yang mengikuti kegiatan ini," jelas Badar.
"Saat ini (Sekolah Orang Tua) masih bertahan dan Insyaallah kegiatan ini bisa terus berkembang," sambungnya.

Kini Jadi Yayasan PKBM Kampung Baca Tansal

Anak-anak antusias belajar di Kampung Baca Tansal. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak antusias belajar di Kampung Baca Tansal. Foto: Dok. Pribadi
Semula Kampung Baca Tansal berstatus sebagai taman bacaan. Kini, Kampung Baca Tansal kian berkembang hingga menjadi Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kampung Baca Tansal.
Badar mengungkapkan, Yayasan PKBM Kampung Baca Tansal sudah berbadan hukum dan terdaftar di Dinas Pendidikan secara resmi. Semakin berkembangnya Kampung Baca Tansal, Badar juga turut mengembangkan program-program lainnya seperti buta aksara dan pendidikan kesetaraan.
"Apa sih keunggulan dari PKBM? Nah, di PKBM kami sudah ada struktur kepengurusannya. Sudah resmi terdaftar di Dinas Pendidikan, kami juga bisa mengakses program-program pemerintah yang dapat menunjang IPM di Tanjung Saleh khususnya," papar Badar.
Selain melibatkan relawan yang berusia muda, Badar juga melibatkan masyarakat sekitar untuk turut serta dalam kegiatan atau program yang diadakan Kampung Baca Tansal.
"Volunter kita ada 17 orang, tidak ada penambahan. Malahan sekarang agak kurang karena sebagian relawan ada yang kerja. Namun saya selaku Founder tidak berkecil hati, kami sekarang melibatkan masyarakat sekitar. Contohnya dengan adanya Sekolah Orang Tua ada tujuh kelompok, kami minta bantuan masyarakat untuk mengajar minimal berijazah SMA. Nah, masyarakat inilah yang membantu kami dalam proses belajar mengajar," bebernya.
Badar bersama relawan Kampung Baca Tansal bersama anak-anak. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Badar bersama relawan Kampung Baca Tansal bersama anak-anak. Foto: Dok. Pribadi
Badar berharap ke depan Kampung Baca Tansal terus berkembang serta bisa memberikan solusi-solusi terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Badar memiliki impian suatu saat Kampung Baca Tansal bisa mempunyai satu bangunan sentral yang bisa digunakan untuk pendidikan kesetaraan dan pelatihan atau keterampilan.
"Khusus Kampung Baca Tansal di Kampung Tengah saya pengin ada bangunan khusus untuk perpustakaan ramah anak. Jadi, anak-anak bisa leluasa menikmati bahan bacaan," ucapnya.
Badar juga berharap anak-anak di Tanjung Saleh bisa mengekspresikan diri, diberikan kesempatan, diberikan pengakuan, diberikan penguatan, dan motivasi sehingga anak menjadi terlatih.
"Dengan begitu mental mereka sudah siap bertarung dan bersaing sehingga lahirlah bibit-bibit unggul untuk negara kita. Itu yang saya inginkan untuk anak-anak generasi muda khususnya di Tanjung Saleh," pungkasnya.