Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bangkitkan Pariwisata di Danau Sentarum, Kepala BI Kalbar Kunjungi UMKM Lokal

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pulau Sepandan, salah satu pulau yang berada di kawasan Danau Sentarum. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Sepandan, salah satu pulau yang berada di kawasan Danau Sentarum. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat, Agus Chusaini, melakukan perjalanan wisata sekaligus mengunjungi UMKM binaan di kawasan konservasi Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Menurutnya, sektor pariwisata merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan perekonomian pasca pandemi. Perjalanan wisata tersebut dilakukan dari 13-17 Desember 2022, ke beberapa pulau di Danau Sentarum.

Di antaranya adalah Pualau Sepandan, Pulau Majang, Semangit, dan Pulau Tekenang. Beberapa resort, menurut Agus sangat menarik untuk wisatawan datang. Danau Sentarum menurutnya sangat berpotensi jika dikemas dan dipublikasikan dengan baik.

Danau Sentarum memiliki keanekaragaman hayati dan menjadi kawasan ecowisata. Foto: Teri/Hi!Pontianak

“Kita bisa mengunjungi Danau Sentarum, semoga bisa memberikan wawasan terkait wisata di Danau Sentarum. Posisi Bank Indonesia akan support terus mengenai pariwisata di Kalbar, selama ini kita sudah koordinasi dengan Disporapar, baik di Provinsi maupun Kabupaten Kota untuk mengembangkan pariwisata,” jelas Agus, Senin, 19 Desember 2022.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus mendukung perkembangan pariwisata di Kalbar. Agus mengatakan, ia akan terus membantu baik dukungan berupa fisik, maupun binaan UMKM pada masyarakat setempat.

Rombongan media saat berwisata di Danau Sentarum. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Masyarakat setempat banyak yang mengolah berbagai macam makanan menjadi produk oleh-oleh seperti kerupuk ikan, ikan asin, bakso ikan, madu, kerupuk basah, serta olahan ikan-ikanan lainnya yang diambil langsung dari Danau Sentarum.

“Di beberapa tempat lain kita juga terus akan mendukung pengembamgan pariwisata, prosesnya akan kita coba bantu apa yang bisa kita lakukan. Harapan kunjungan kita dengan media ke Danau Sentarum bisa eksplore mengenai Danau Sentarum agar bisa dikenal masyarakat, khususnya Kalbar, kalau bisa keluar lingkup Indonesia, kalau bisa mancanegara. Semoga ini bisa mendorong wisatawan datang ke Kalbar khususnya di Danau Sentarum,” ajaknya.

Rombongan wisatawan mengunjungi Danau Sentarum. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Sejak pandemi COVID-19, sektor pariwisata anjlok hingga mengakibatkan perekonomian masyarakat menurun drastis. Namun pada saat proses pemulihan, di tahun 2021, BI bersama Disporapar Kalbar mempersiapkan pengembangan sektor pariwisata.

“Untuk 2022 kita yakin, karena 2021 kita juga mengembamgkan pariwisata supaya pada saat pandeminya selesai Kalbar gak telat, jadi nanti bisa cepat pulih, karena melalui pariwisata banyak sekali tadi kita berkunjung ke UMKM, UMKM bisa hidup kalau Pariwisatanya hidup,” terangnya.

“Dukungannya banyak, bentuk bisa secara fisik ada, pelatihan, kelompok sadar wisata, pameran wisata, atau event event Internasional mengemalkan Kalbar,” lanjutnya.

Setelah menyambangi pariwisata, dan berbagai UMKM di pedalaman Kalimantan, Agus akan melakukan evaluasi terkait kebutuhan apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata di sana.

Madu murni Majang, produk unggulan dari Danau Sentarum. Foto: Teri/Hi!Pontianak

“Kita akan terus lakukan sehingga bantuan yang kita berikan kita sesuaikan dengan yang dibutuhkan. Jadi kita lakukan evaluasi apa yang mereka butuhkan kita penuhi semampu kita, karena kita keterbatasan anggaran juga,” ucapnya.

Setelah puas menyambangi berbagai UMKM, dan tempat wisata di Danau Sentarum, Agus mengatakan potensi Danau Sentarum ini cukup tinggi, terlebih beberapa tamu mancanegara juga tak jarang berkunjung ke Danau ini.

“Kalau destinasi wisata di Sentarum ini potensinya besar banget, ini perlu pengelolaannya perlu keseriusan dari pengelola untuk mendorong agar destinasi ini bisa dikemas lebih baik, dan destinasi wisata di dalamnya agar bisa nyaman dikunjungi,” tukasnya.