News
·
15 Juli 2021 14:56
·
waktu baca 2 menit

Banjir di Kapuas Hulu: 7 Kecamatan Terendam, 11 Rumah Hanyut

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Banjir di Kapuas Hulu: 7 Kecamatan Terendam, 11 Rumah Hanyut (199281)
searchPerbesar
Banjir yang terjadi di Desa Nanga Lungu, Kecamatan Silat Hulu. Foto: Dok. BPBD Kapuas Hulu
Hi!Kapuas Hulu - Banjir besar melanda sejumlah daerah di Kabupaten Kapuas Hulu sejak Rabu, 14 Juli 2021. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, banjir melanda 7 kecamatan. Sementara itu, 11 unit rumah dilaporkan hanyut.
ADVERTISEMENT
"11 unit rumah hanyut berada di Nanga Luan Kecamatan Silat Hulu. Data ini berdasarkan laporan Kades," kata Gunawan, Kepala BPBD Kapuas Hulu ketika dihubungi Hi!Pontianak, Kamis, 15 Juli 2021.
Ia mengatakan, banjir terparah terjadi di Desa Nanga Luan, Desa Landau Badai, Desa Nanga Dangkan, Desa Nanga Lungu dan Desa Entebi Kecamatan Silat Hulu. Kemudian Desa Bongkong Kecamatan Silat Hilir, Desa Nanga Jemah Kecamatan Boyan Tanjung dan Desa Nanga Badau.
Adapun daerah yang terendam, di antaranya Kecamatan Hulu Gurung (Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, Desa Sejahtera Mandiri, Desa Karya Mandiri, Landau Kumpang, Desa Kelakar, Desa Bugang, Desa Simpang Sinara). Kecamatan Silat Hulu (Dangkan Kota, Desa Entebi, Desa Landau Badai, Desa Landau Rantau, Desa Lebak Jemah, Desa Nanga Dangkan, Desa Nanga Luan, Desa Nanga Lungu, Desa Nanga Ngeri, Desa Riam Rapang, Desa Selangkai dan Desa Selimu).
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, Kecamatan Boyan Tanjung (Desa Nanga Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah, Desa Riam Mengelai). Kecamatan Pengkadan (Desa Jajang, Desa Mawan, Desa Kerangan Panjang). Kecamatan Bunut Hulu (Desa Riam Piang, Desa Semangut Utara, Desa Nanga Semangut, Desa Temuyuk, Desa Landau Apus). Kecamatan Mentebah (Desa Suka Maju, Desa Tangai Jaya), serta Kecamatan Silat Hilir (Desa Bongkong).
Banjir di Kapuas Hulu: 7 Kecamatan Terendam, 11 Rumah Hanyut (199282)
searchPerbesar
Banjir yang terjadi di Desa Nanga Lungu, Kecamatan Silat Hulu. Foto: Dok. BPBD Kapuas Hulu
"Banjir disebabkan karena curah hujan dari intensitas sedang hingga tinggi pada malam hari tanggal 13 Juli 2021 selama 24 jam. Sehingga meluapnya air sungai dan mengakibatkan terjadinya banjir dengan ketinggian air bervariasi dari 2 meter sampai 7 meter dibeberapa kecamatan di Kapuas Hulu," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Gunawan, laporan korban jiwa belum ada. Namun, rumah yang terendam ribuan unit. Di Desa Entebi, 9 rumah roboh, kondisi serupa juga menimpak 1 unit rumah di Desa Landau Rantau.
ADVERTISEMENT
Di Nanga Ngeri, banjir merendam 15 fasilitas umum. Mulai dari TK/PAUD, Perpustakaan Desa, Kantor Desa, Masjid, Rumah Adat, Tribun, WC umum, rumah guru, Puskesmas/Puskesdes, Balai Posyandu, dan Gedung serbaguna.
Fasilitas umum juga banyak yang terendam di Desa Nanga Luan, Desa Bongkong, Desa Mawan, Desa Nanga Yen, Desa Karya Mandiri, Desa Landau Kumpang, Nanga Tepuai dan banyak daerah lainnya.
"Merespon banjir yang terjadi, tentu kita akan berkoordinasi dengan OPD teknis lain terkait penanganan tersebut. Kita juga masih mengumpulkan data data dari kecamatan," jelasnya.
Dikatakannya, BPBD sudah menginventarisasi kebutuhan korban banjir, seperti tempat pengungsian sementara, kebutuhan pangan, sandang hingga obat-obatan. Termasuk juga air bersih, sarana MCK dan telekomunikasi.