Banjir di Melawi Telan Korban, 2 Anak Tewas Tenggelam

Hi! Melawi – Dua anak dilaporkan meninggal karena tenggelam, saat musibah banjir melanda sejumlah daerah di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Satu korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu 23 Oktober 2021. Satu korban lainnya ditemukan hari ini, Minggu 24 Oktober 2021.
Paur Humas Polres Melawi, Bripka Arbain, mengungkapkan, korban yang ditemukan meninggal dunia adalah anak laki-laki berumur 11 bulan, di Dusun Istana RT/RW 001/003 Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh. Korban atas nama Muhammad Raffasya Novaldy ditemukan pada Sabtu, 23 Oktober 2021.
Ia menjelaskan, sebelum anak tersebut tenggelam, sektar pukul 12.10 WIB, korban sempat menyusui bersama ibunya di dapur. Setelah itu, ibunya menuju kamar, sedangkan abang korban bermain di pelataran dapur.
Tak lama kemudian, korban jatuh, dan hilang di pelataran dapur. Abang korban lalu memberitahukan kepada ibunya, bahwa adiknya jatuh di pelataran, sekitar pukul 12.30 WIB. “Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke warga sekitar. Pukul 12.45 WIB korban ditemukan warga di samping rumah korban. Jaraknya sekitar 2 meter dari rumah korban,” ungkap Arbain ketika dihubungi Hi!Pontianak, Minggu 24 Oktober 2021.
Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Citra Husada. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB oleh Pihak RS Citra Husada. “Korban langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Baru Kecamatan Nanga Pinoh,” beber Arbain.
Di hari yang sama, Sabtu 23 Oktober 2021, kata Arbain, warga Desa Labai Mandiri, Kecamatan Nanga Pinoh, juga dilaporkan tenggelam di Sungai Pinoh sekitar pukul 10.30 WIB. Korban adalah anak usia 9 tahun, bernama Galisaputra.
Arbain mengatakan, sebelumnya korban bersama temannya yang bernama Untat, pergi ke ladang. Sekitar Jam 10.30, korban memanjat pohon di tepian Sungai Pinoh. Saat memanjat pohon, kaki korban menginjak dahan yang rapuh, dan jatuh ke sungai.
“Menurut keterangan temannya, kepala korban terkena dahan sebelum jatuh ke sungai, lalu tenggelam, terbawa arus Sungai Pinoh. Selanjutnya ia memberitahukan kepada orang tua korban. Lalu bersama warga melakukan pencarian di wilayah Sungai Pinoh,” katanya.
Dikatakan Arbain, sekitar pukul 16.40 WIB, tim Basarnas Sintang dan personel dari Polsek Nanga Pinoh, Koramil Nanga Pinoh, BPBD Melawi, Sat Pol PP Melawi dan PMI Melawi tiba di Desa Labai Mandiri dan melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Pinoh. “Korban Galisaputra sudah ditemukan siang ini dan dinyatakan meninggal,” katanya.
