Banjir di Sintang Sudah 20 Hari: Internet Down, Warga Susah Tarik Uang di ATM
·waktu baca 3 menit

Hi! Sintang - Banjir besar melumpuhkan semua sektor di Kota Sintang, Kalimantan Barat. Sejak 25 Oktober 2021, banjir terus naik.
Rumah terendam, sekolah dan kantor pemerintan banyak yang diliburkan, serta hampir 90 persen jalan di Kota Sintang lumpuh.
Kawasan banyak toko dan kantor bank juga terpaksa tutup, karena terendam banjir. Begitu juga dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Akibatnya warga kesulitan menarik uang tunai.
Pantauan Hi!Pontianak, di Sungai Durian, sebagian besar mesin ATM terendam banjir, seperti BCA, BNI, BRI unit Sungai Durian dan bank-bank lainnya. Pemandangan serupa juga terjadi di ATM BRI dan BNI di Jalan Lintas Melawi. Begitu juga ATM BRI di Tugu Bank Indonesia.
Hanya di beberapa tempat masih bisa melakukan tarik tunai di ATM. Salah satunya ATM BRI di Kantor Cabang Sintang. Namun akses menuju ke sana sudah sulit, karena sudah terendam banjir.
Selain itu, akses ke Pasar Masuka dan Pasar Inpres juga terendam banjir. Di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, banyak ibu rumah tangga mengaku kesulitan membeli makanan ke pasar. Meski pasar buka, akses yang tergenang banjir sangat menyulitkan.
"Susah mau ke mana-mana. Ke pasar Masuka banjir. Jalan ke Pasar Inpres banjir juga. Kita hanya mengandalkan stok makanan di kulkas, kadang menunggu tukang sayur yang makin jarang karna terdampak banjir juga," kata Tiwi, warga Sungai Durian.
Karena banyak akses terendam banjir, muncul sejumlah pasar dadakan. Salah satunya di bundaran Lapter, Sintang. Soal harga, tentu saja lebih tinggi dari biasanya. Pilihan juga terbatas.
Tak cukup sampai di situ, sejak Senin jaringan wifi dan Telkomsel down dan belum pulih hingga sekarang. Diketahui, kantor Telkom Sintang juga terendam banjir. Akibat jaringan wifi dan Telkomsel down, banyak warga berganti ke kartu SIM yang baru agar bisa mengakses jaringan telepon dan internet.
"Saya terpaksa beli kartu SIM baru. Mau gimana lagi kan. Kalau tidak, tidak bisa berkomunikasi karena wifi di rumah mati dan telepon seluler down untuk SIM yang biasa saya pakai," kata Heri, warga Sintang.
Hal serupa juga dirasakan Yuli, warga Sintang lainya. Ia mengaku dirinya sudah mencoba menggunakan Indosat maupun Axis sebagai alternatif, tapi tetap saja jaringan tidak begitu lancar.
Karena akses jalan banyak yang lumpuh karena banjir, pilihan logis adalah menggunakan perahu. Kondisi ini terjadi di Jalan Lintas Melawi, akses jalan MT Haryono menuju Sungai Durian dan banyak ruas jalan lainya.
Jika ingin sedikit lebih cepat, bisa menggunakan jasa penyeberangan dengan biaya Rp 20 ribu sekali jalan di Lintas Melawi. Jika tidak ingin mengeluarkan biaya, tentu saja bisa, namun harus bersabar karena angkutan gratis harus antre dengan banyak warga lainnya. Ada juga pilihan lain. Ya, jalan kaki.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menangah Kabupaten Sintang, Sudirman mengungkapkan, stok beras di agen-agen yang ada di Kabupaten Sintang masih aman hingga 1 minggu ke depan.
Namun, agen-agen beras saat ini mengeluhkan tidak adanya angkutan yang bisa melewati jalan utama Lintas Melawi. “Kita perlu melakukan intervensi kendaraan tinggi untuk membantu para agen beras menyalurkan beras ke pedagang atau toko di wilayah Tanjungpuri, Baning dan sekitarnya,” terang Sudirman.
Hal itu disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Bantingsor Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Selasa, 9 November 2021.
“Soal tenaga untuk angkut dan muat, mereka agen beras sudah menyiapkan. Mereka hanya perlu truk tinggi beserta supirnya,” katanya.
Sudirman mengungkapkan, stok beras di Gudang Bulog yang saat ini ada 53 ton. Namun sudah ada alokasinya untuk Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir yang memang belum di distribusikan hingga saat ini.
“Sehingga juga perlu intervensi angkutan banyak pihak untuk membawa beras ke dua kecamatan itu,” terang Sudirman.
