Kumparan Logo
Konten Media Partner

Belum Ada Kasus Corona di Sekadau, Kalbar, Ibadah Misa Tetap Dilaksanakan

HiPontianakverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyemprotan cairan disinfektan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kalbar. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Penyemprotan cairan disinfektan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kalbar. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Di tengah pandemi penyebaran Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19, ibadah misa di Sekadau, Kalbar, tetap akan dilaksanakan, salah satunya di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Diketahui, saat ini di Kabupaten Sekadau, Kalbar, belum terdapat kasus positif COVID-19.

Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau, Kristianus CP, mengatakan untuk beberapa kegiatan gereja sudah ada yang dihentikan, seperti katekese hingga latihan koor. “Kami hanya melaksanakan kegiatan ibadah pada hari Minggu dengan tempat yang sudah disterilkan,” ujarnya, Sabtu (21/3).

Selain itu, kata Pastor Kris, kepadatan jemaat akan diatur sedemikian rupa. Hal ini dilakukan untuk kenyamanan para jemaat. Sehingga, tidak menimbulkan hal-hal yang membuat umat merasa takut dan cemas.

“Saya laksanakan ini atas instruksi dari Bapak Uskup. Ketika Bapak Uskup memerintahkan untuk dihentikan kegiatan beribadah di gereja, maka kami akan hentikan. Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa instruksi dari pimpinan kami, yaitu Bapak Uskup,” ucap Pastor Kris.

Kursi-kursi jemaat disemprot cairan disinfektan, Sabtu (21/3). Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Pihak Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau juga akan melakukan langkah antisipasi bila jumlah jemaat membludak, seperti Minggu-minggu biasanya. “Kami akan mengatur semuanya dengan sebaik mungkin. Supaya tidak ada penumpukan jemaat,” kata Pastor Kris.

Namun, kata dia, sejak merebaknya wabah corona ada penurunan jumlah jemaat. Pastor Kris mengungkapkan, banyak keluarga yang tidak mengizinkan anak kecil dibawa ke gereja.

“Kemudian, anak yang demam, batuk, pilek supaya diam dan berdoa di rumah masing-masing,” ucapnya.

Penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh Forkopimda Kabupaten Sekadau, Sabtu (21/3). Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Pihak gereja, kata Pastor Kris, akan menyiapkan fasilitas untuk cuci tangan kepada jemaat. Selain itu, ia juga meminta para jamaat agar tidak melakukan jabat tangan.

“Cukup salam corona supaya tidak terlalu banyak kontak dan setelah ibadah kami juga menganjurkan tidak ada lagi perkumpulan, tidak ada diskusi dan pulang ke rumah masing-masing. Nanti akan ditegaskan mulai hari ini dan seterusnya, sampai ada berita dari Keuskupan untuk menginstruksikan hal-hal yang lain,” pungkas Pastor Kris.