Berkat Astra Satu Indonesia, Priska Kembangkan Desa Batik di Singkawang

Konten Media Partner
15 Desember 2022 19:58
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Priska Yeniriatno, pionir batik di Singkawang. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Priska Yeniriatno, pionir batik di Singkawang. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Hi!Singkawang - Batik oleh UNESCO ditetapkan oleh Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Setiap wilayah di Indonesia mengembangkan batik dengan motif dan khas daerahnya masing-masing.
Singkawang merupakan salah satu daerah di Kalbar yang dinilai terlambat mengembangkan batik. Kendati demikian, ada seorang perempuan yang kemudian mengembangkan batik khas Kota Singkawang. Dia adalah Priska Yeniriatno.
Priska, sapaan akrabnya, mengaku Singkawang saat itu belum mempunyai batik yang sesuai dengan pengertian batik sebenarnya. Hal tersebutlah yang mendorong dirinya untuk tekun membuat batik khas Singkawang.
Sejak menimba ilmu di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, Priska mulai menggemari batik. Ia mulai mendalami batik pada tahun 2010 di rumah eyang angkatnya yang memang pengrajin batik.
Berangkat dari sanalah ia mulai belajar dari membuat garis, garis bergelombang, segitiga, kotak, hingga kemudian diizinkan untuk membuat motif sendiri.
Beberapa koleksi kain batik yang ada di galeri Kote Singkawang milik Priska. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa koleksi kain batik yang ada di galeri Kote Singkawang milik Priska. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Motif batik yang dibuat oleh Priska terinspirasi dari nuansa adab masyarakat Singkawang. Selain itu, ia juga terinspirasi dari beberapa tanaman endemik di wilayah setempat yang hampir punah.
Priska juga membuat banyak motif batik yang ditujukan untuk anak-anak. Hal ini dilakukannya agar anak-anak mengenal dan menggemari batik. Hal itu ia lakukan untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
Peraih Satu Indonesia Award dari Astra Internasional ini menjalankan program Desa Batik di tiga kecamatan di Singkawang. Ini merupakan upayanya untuk mengembangkan batik di Kota Seribu Klenteng (julukan Kota Singkawang).
Priska melibatkan masyarakat setempat. Ia juga mengajarkan batik kepada anak-anak di sejumlah SD dan SMP hingga pelajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Singkawang.
Priska terus berusaha untuk dapat memperkenalkan batik tak hanya di Singkawang, namun di seluruh daerah di Kalimantan Barat.
Batik yang dibuat oleh Priska ada dengan cara dilukis Ada juga yang dengan menggunakan cap (canting cap), seperti cap yang dibuat dari kertas limbah.