Kumparan Logo
Konten Media Partner

Camat Ketungau Hulu: Rawan Penyelundupan, Jalan Kaki 40 Menit Sampai di Malaysia

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Camat Ketungau Hulu, Ramdi Nahum. Foto: Dok. Ramdi Nahum
zoom-in-whitePerbesar
Camat Ketungau Hulu, Ramdi Nahum. Foto: Dok. Ramdi Nahum

Hi!Pontianak - Camat Ketungau Hulu, Ramdi Nahum mengungkapkan kondisi perbatasan di daerahnya menanggapi kabar digagalkannya penyelundupan sabu dengan berat 10 kilogram melalui jalur tidak resmi di Enteli, Desa Neraci Jaya, Kecamatan Ketungau Hulu wilayah perbatasan RI-Malaysia oleh TNI.

“Iya memang rawan penyelundupan. Cukup jalan alan kaki lewat jalur tak resmi sekitar 45-60 menit sudah masuk ke batas Malaysia,” ungkap Ramdi ketika dihubungi melalui WhatsApp pada Senin pagi, 6 November 2023.

Ramdi Nahum mengakui daerah Ketungau Hulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia memang rawan penyelundupan. Apalagi hingga saat ini, akses ke Malaysia dari Ketungau Hulu semuanya melalui jalur tak resmi, mengingat border memang tidak ada.

Ketungau Hulu adalah satu di antara kecamatan di Kabupaten Sintang yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Selain Ketungau Hulu, daerah lain yang juga berbatasan langsung dengan Malaysia adalah Kecamatan Ketungau Tengah.

“Saya dapat info mengenai digagalkan penyelundupan sabu oleh Satgas Pamtas pada Minggu pagi. Sebagai Camat, saya sangat prihatin dengan peredaran narkoba di kawasan perbatasan RI-Malaysia. Terima kasih kepada TNI khususnya Pamtas RI-Malaysia, Yon Armed 10 Brajamusti yang telah bekerja keras dalam menggagalkan penyelundupan sabu. Tetap semangat dalam menjaga NKRI, salam dari batas negeri," ujar Ramdi.