Cegah Anemia Pada Remaja Putri, Dinkes Kalbar Bikin Program Sehat Membara

Konten Media Partner
12 Maret 2023 15:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dinkes Kalbar gencarkan program 'Sehat Membara' untuk menekankan anemia pada remaja putri di Sekolah. Foto: Dok. Dinkes Provinsi Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Dinkes Kalbar gencarkan program 'Sehat Membara' untuk menekankan anemia pada remaja putri di Sekolah. Foto: Dok. Dinkes Provinsi Kalbar
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar terus berupaya menekan prevalensi anemia di kalangan remaja khusunya remaja putri. Salah satunya dengan menerapkan program “Sehat Membara” yang dimana remaja putri diwajibkan mengkonsumsi obat tambah darah setiap hari jumat di sekolah.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinkes Kalbar Hary Agung Tjahyadi, mengatakan anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat saat ini. Kurangnya kesadaran mengkonsumsi tablet tambah darah menjadi salah satu faktor penyebab tingginya anemia pada remaja putri.
“Pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui kampaye pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan melalui Isi Piringku, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) lewat program ‘Sehat Membara’,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima Hi!Pontianak, Minggu, 12 Maret 2023.
Remaja adalah periode sensitive kedua untuk pertumbuhan fisik yang cukup pesat. Pada fase ini juga terjadi perubahan psikososial dan emosional yang cukup mendalam serta tercapainya kapasitas intelektual dan kemampuan kognitif.
Kelompok usia remaja sangat rentan untuk mengalami masalah gizi kurang maupun gizi lebih. Diperkirakan hampir sepertiga remaja puteri Indonesia akan memasuki fase kehamilan dalam keadaan kurang gizi atau sebagai ibu hamil beresiko tinggi karena kelebihan berat badan (Overweight).
ADVERTISEMENT
Data Riskesdas menunjukan prevalensi anemia pada ibu hamil 37,1 persen pada tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 48,9 persen pada tahun 2018.
“Akibatnya ibu hamil pun yang mengalami anemia beresiko tinggi untuk melahirkan bayi premature, bayi dengan berat lahir rendah juga mengalami kematian,” ungkapnya.
Untuk itu Hary Agung mengatakan Pemerintah Provinsi telah gencar mengkampanyekan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja. Suplementasi Table Tambah Darah ini mulai diterapkan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12–18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP dan SMA sederajat.
Saat ini trend persentase remaja putri mendapatkan Tablet Tambah Darah di Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan data Sistem Informasi Gizi Terpadu (Sigizi Terpadu) mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2019 sebesar 12,9%, tahun 2020 sebesar 23,19% dan di Tahun 2021 sebesar 35% dengan target nasional 52%.
ADVERTISEMENT