Cegah Bullying, Pelajar di Mempawah Diajak Salat Dhuha dan Baca Alquran

Konten Media Partner
4 Juni 2024 11:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Siswa SMPN 1 Sungai Kunyit salat dhuha sebelum mulai belajar. Cegah bullying di sekolah, siswa di Mempawah diajak baca A;quran dan salat dhuha sebelum mulai belajar. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMPN 1 Sungai Kunyit salat dhuha sebelum mulai belajar. Cegah bullying di sekolah, siswa di Mempawah diajak baca A;quran dan salat dhuha sebelum mulai belajar. Foto: Muhammad Zain/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Hi!Pontianak - Mencegah terjadinya bullying di sekolah di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dilakukan penanaman nilai-nilai ke Islaman atau akhlak kepada siswa pada saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
ADVERTISEMENT
Upaya tersebut dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam, Johan, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, guru serta para orang tua siswa.
Yang dilaksanakan Johan di antaranya ialah mengajak para siswa untuk melaksanakan salat Dhuha dan membaca Alquran sebelum dimulainya proses pembelajaran sebagaimana yang diterapkan di SMPN 1 Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.
"Penanaman nilai-nilai ke Islaman atau akhlak kepada siswa pada saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas sangat penting untuk mencegah terjadinya bullying di sekolah," ungkapnya kepada Hi!Pontianak pada Selasa, 4 Juni 2024.
"Di antaranya dapat dilakukan melalui pembiasaan program-program keagamaan seperti membaca Alquran setiap pagi sebelum pembelajaran, salat dhuha dan lain-lainnya," tambah Johan.
Selain itu, yang tak kalah penting untuk dilakukan yaitu selalu memberikan edukasi dan nasihat tentang bagaimana akhlak atau perilaku sesuai dengan ajaran agama Islam.
ADVERTISEMENT
"Dengan begitu siswa akan paham tentang bahaya berperilaku buruk seperti bullying. Kemudian dengan memberikan nasihat serta teladan yang baik kepada siswa tentunya juga akan berdampak positif bagi siswa," ujar Johan.
"Anak anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka memiliki impian, harapan dan cita-cita yang tinggi. Melalui sekolah yang kondusif dan bebas bullying, akan mewujudkan impian mereka menjadi nyata," lanjutnya.
Sementara itu, salah seorang siswa SMPN 1 Sungai Kunyit, Nabil Jibran, merasa sangat senang dengan adanya program tersebut. Selain dapat menambah pemahaman dan ilmu agama Islam, sesama siswa bisa saling menghormati satu dengan yang lainnya.
"Alhamdulillah, saya sangat senang dengan ada kegiatan seperti ini. Karena ilmu agama kami juga bertambah, selain itu kami sesama siswa bisa saling menghargai dan menghormati," pungkasnya.
ADVERTISEMENT