Cerita Lasarus Lihat Menteri Basuki Menangis Haru Usai Kunker di Kapuas Hulu

Hi!Kapuas Hulu - Ada cerita mengharukan saat Komisi V DPR RI meninjau Jalan Paralel Perbatasan Nanga Era-Batas Kaltim, kemudian melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Kareho, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis, 12 Oktober 2023.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bercerita meski sudah mengenal Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono cukup lama, dirinya baru pertama kali melihatnya menangis haru. Momen itu terjadi saat dirinya menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan yang telah dilaksanakan di salah satu desa paling ujung lintas timur Kapuas Hulu ini.
Ia mengatakan, masyarakat Kareho puluhan tahun mengandalkan jalur sungai sebagai akses transportasi utama. Sungai tersebut arusnya sangat deras. Kalau sungai pasang, masyarakat menantang maut, menantang bahaya atau pilihannya tidak bisa melanjutkan kehidupan di Kareho.
“Dulu banyak masyarakat yang karam di sungai. Mereka tidak punya pilihan lain. Mudah-mudahan dengan adanya jalan ini bisa mengurangi risiko masyarakat. Makanya saat mendengar cerita saya, Pak Menteri terharu dan menangis di jalan. Pertama kali Pak Basuki kunjungan ke sini, beliau menangis. Mungkin beliau terharu ya,” kata Lasarus.
“Saya bilang, Pak Menteri punya jasa luar biasa sehingga membebaskan banyak orang dari masalah hidup yang sudah turun temurun mereka hadapi,” sambung Lasarus.
Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, selain Desa Kareho masih ada daerah terisolir lain yang belum memiliki akses jalan yang layak di lintas timur Kapuas Hulu, di antaranya Salin, Belatung dan Tanjung Lokang yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur. Mereka ratusan tahun menetap di daerah itu.
“Oleh karena itu saya berharap pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas Kementerian PUPR hingga desa paling timur Kapuas Hulu. Karena kalau jembatan sudah ada, masyarakat tetap bisa menggunakan jalan yang sudah dibuka. Lainnya halnya kalau jembatan tidak ada, maka aksesnya putus sama sekali,” ujarnya.
Lasarus mengakui, untuk menuntaskan pembangunan Jalan Paralal Perbatasan hingga batas Kaltim masih memerlukan waktu. Makanya ia berharap, pembangunan Jalan Paralel Perbatasan bisa dituntaskan Presiden oleh selanjutnya.
“Dan dengan kunjungan Komisi V DPR RI ke sini, diharapkan mitra kerja bisa tahu kondisi masyarakat di sini. Karena ketika bicara pembangunan, ada yang dianggap penting atau ndak penting, kerap muncul dinamika. Tapi dengan melihat langsung, setidaknya batin atau nurani bisa merasakan betapa masyarakat di sini ingin merasakan apa itu kemerdekaan, apa itu yang disebut keberhasilan pembangunan sampai ke tempat mereka,” pungkas Lasarus.
