Kumparan Logo
Konten Media Partner

Coach Bigdon, Tempat Kursus Basket Pertama untuk Anak-anak di Pontianak

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak sedang berlatih. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak sedang berlatih. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Berawal dari keresahan para orang tua yang melihat anaknya tak berkegiatan selama pandemi, Ardoni Wiramedia, pelatih basket asal Pontianak, membuka kelas private atau kursus olahraga basket untuk anak-anak. Kelas kursus basket tersebut bernama Coach Bigdon.

Coach Bigdon merupakan kelas kursus basket untuk anak-anak pertama di Pontianak. Kursus yang dibuka sejak sejak awal Maret 2021 bertempat di Lapangan Basket Yafansa, Jalan Sepakat 1, itu bertujuan untuk mengembangkan skill dan minat anak-anak sedini mungkin mengenai olahraga basket.

"Ini bukan klub, bukan juga sekolah tujuan sebenarnya saya pelatih basket terus kondisi pandemi gini bingung enggak bisa ngajar latihan basket dan sebagainya. Kebetulan ada orang tua siswa yang saya kenal bilang kenapa enggak buka private atau kelas untuk latihan basket? Soalnya mereka sudah bosen melihat anaknya di rumah yang cuman main game, kasian mata (anak) juga, biar maksud mereka ada kegiatan diluar tetapi tetap prokes," ungkap Doni, sapaan akrab Ardoni Wiramedia, kepada Hi!Pontianak, Rabu, 8 September 2021.

Sambil bermain anak-anak yang mendaftar akan mendapat pola latihan teknik dasar seperti lay up, passing hingga dribble. Hal tersebut menjadi salah satu program olahraga basket terbaru bagi anak usia dini hingga dewasa, agar bisa fokus mengikuti program latihan yang membuat anak tidak mudah jenuh, mampu dan mempunyai semangat berolahraga, kemauan berkumpul bermain hingga mudah beradaptasi.

Anak-anak mengikuti kursus basket. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

Menariknya lagi kursus ini tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak saja. Tetapi kursus binaannya itu juga dibuka untuk usia remaja ke atas yang ingin mengembangkan skill dan bakat bermain basket.

"Siapa saja yang mau meningkatkan skill boleh datang kemari. Cuman dibatasi, 15 sampai 20 orang. Traget saya memang SMP ke bawah, sekitar usia 15 tahun ke bawah mungkin lebih tepatnya dari 6 tahun. Tapi kalau ada yang mau join di usia bawah itu silahkan datang, kadang mereka cuman mau main aja makanya saya bebasin. Ada anak SMA, kuliah juga cuman mau belajar boleh," kata Doni.

Selain untuk mengisi waktu kosong anak-anak di masa pandemi, tujuan lain dibentuknya kursus tersebut untuk menemukan bibit-bibit unggul sejak usai dini. Menurut Doni, selama ini anak- anak baru mengenal permainan bola basket pada saat mereka SMA atau kuliah sehingga sulit untuk mengembangkan skill.

"Kebetulan saya di Pemprov sebagai pembinaan prestasi, jadi kenapa saya memilih usia SMP ke bawah? Karena saya mau mencari bibit-bibit unggul di usia dini. Karena kondisi sekarang bibit kita kurang, mau putra atau putri. Salah satu tujuan saya ya itu. Saya berharap kursus ini bisa mendatangkan bibit-bibit unggul dibidang olahraga basket. Makanya saya berani jalani kursus ini," ucapnya.

Anak-anak mengikuti kelas basket. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

Kursus basket ini hanya dibuka setiap weekend, Sabtu-Minggu. Bagi peserta yang ingin mendaftar tak ada syarat khusus. Untuk biaya kursus 1 kali pertemuan dipatok harga Rp 50 ribu, 4 kali pertemuan Rp 175 ribu dan 8 kali pertemuan seharga Rp 300 ribu.

Ada beberapa fasilitas yang tersedia, di antaranya alat bantu latihan terbaru, lapangan indoor, pelatih yang berpengalaman dan memiliki lisensi nasional serta staff pelatih berjumlah 6 orang.

"Tidak ada syarat khusus. Siapa pun mau silahkan daftar cuman dibatasi sekitar 15 sampai 20 orang. Saya bukan mengejar jumlah tapi kualitas. Saya enggak mau makin banyak yang ikut tapi hasilnya enggak sesuai yang diinginkan," tuturnya.

Doni pun berharap kelas kursus miliknya ini tidak berhenti sampai pandemi usia. Ia memiliki tujuan ingin membuat sekolah atau akademi khusus basket.

"Kemungkinan besar, ini bakalan menjadi sekolah atau akademi basket. Tapi untuk sekarang saya mau observasi dulu apa kelemahan dan kelebihan kursus ini dan apa yang perlu ditambah. Kalau memang jadi, nantinya tidak hanya ada kelas basket nanti ada kelas nutrisi, kelas psikologi dan fisioterapi untuk mengenalkan anak persiapan sebelum latihan," pungkasnya.