Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cuaca Buruk Picu Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Pontianak Jelang Ramadhan

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berdialog dengan pedagang. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berdialog dengan pedagang. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Hi!Pontianak - Sejumlah komoditas di Pontianak mengalami kenaikan. Hal itu diketahui usai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meninjau Pasar Flamboyan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok jelang Ramadhan, Senin, 20 Maret 2023.

Dari hasil pemantauan yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Junaidi, Edi mengatakan, kenaikan pada sejumlah komoditas pokok terjadi karena kebutuhan masyarakat yang meningkat menjelang Ramadhan bagi masyarakat muslim maupun sembahyang kubur bagi warga Tionghoa.

"Setelah tadi kita pantau memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan karena sebentar lagi bulan puasa Ramadhan juga berbarengan dengan sembahyang kubur untuk warga Tionghoa," ujarnya

"Kita akan gelar operasi pasar dengan menggandeng para distributor untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok," timpalnya.

Edi Rusdi Kamtono meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Flamboyan. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Adapun sejumlah komoditas yang terpantau mengalami kenaikan harga di kisaran mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 10.000. Untuk cabai rawit harganya berfluktuasi antara Rp 77 ribu hingga Rp 100 ribu, telur ayam antara Rp 1.900 hingga Rp 2.000. Demikian pula harga ikan mengalami kenaikan. Harga daging ayam rerata Rp 26 ribu per kilogram dan daging sapi Rp150 ribu per kilogram. Sementara harga sayur mayur relatif stabil.

"Faktor cuaca juga menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga karena mempengaruhi produksi pangan," sebutnya.

Selain menyiapkan operasi pasar murah, Edi menyebut pihaknya tengah berupaya mengantisipasi jangan sampai terjadi lonjakan harga yang terlampau tinggi sehingga bisa menyebabkan inflasi. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pontianak secara intens berkoordinasi dengan TPID Kota Pontianak dan instansi terkait lainnya.

"Kita akan pantau mana kebutuhan pokok yang sangat banyak dibutuhkan masyarakat dan pastikan stok tersebut tersedia serta tidak ada spekulan yang mencoba-coba mempermainkan harga," pungkasnya.