Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dekan Fakultas Kedokteran Untan Pontianak Dinyatakan Telah Sembuh dari COVID-19

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gubernur Sutarmidji berfoto bersama pasien COVID-19 yang telah sembuh. Foto: Humas Pemprov Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sutarmidji berfoto bersama pasien COVID-19 yang telah sembuh. Foto: Humas Pemprov Kalbar

Hi!Pontianak - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Asroruddin, dinyatakan telah sembuh dari COVID-19 atau corona virus. Ia bersama 23 orang lainnya yang terkonfirmasi COVID-19 di Kalimantan Barat yang dinyatakan telah sembuh, ditemui oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji di Ballroom Hotel Kapuas Pontianak, Kamis (4/6).

Gubernur Sutarmidji memberikan sertifikat ucapan selamat kepada Dekan Fakultas Kedokteran Untan, Muhammad Asroruddin, yang telah sembuh dari COVID-19. Foto: Humas Pemprov Kalbar

Sutarmidji mengungkapkan, dalam pelepasan tersebut, ia sekaligus mengedukasikan kepada masyarakat, mereka yang terpapar COVID-19 dapat disembuhkan.

"Hari ini kita mengkampanyekan, bahwa mereka yang terpapar COVID-19 itu jangan takut, ternyata bisa sembuh, dan bisa semakin cepat sembuhnya. Hari ini ada 24 orang yang kita lepas, dan hari ini juga ada tambahan (pasien yang sembuh) sebanyak 15 orang. Kemudian ada yang hasil pemeriksaan laboratorium pertama telah negatif berjumlah 14 orang. Insya Allah tingkat kesembuhannya semakin meningkat," paparnya.

Gubernur Sutarmidji berbincang dengan salah seorang pasien yang telah sembuh dari COVID-19. Foto: Humas Pemprov Kalbar

Ia juga mengungkapkan, pada Kamis (4/6) ini, di Kalbar, tidak ada berita penambahan kasus konfirmasi COVID-19 dari dua laboratorium. "Hari ini kita tidak ada penambahan kasus dari 2 laboratorium, semoga saja ada lebih banyak kasus penyembuhan," ucapnya.

Midji juga menegaskan kepada Pemerintah Daerah kabupaten/kota di Kalbar, untuk dapat memperhatikan kondisi pasien yang terkonfirmasi COVID-19.

"Saya juga minta supaya mereka lebih memperhatikan, karena di Kabupaten Landak itu seluruh pasien sudah sembuh, Kabupaten Mempawah tinggal 1 pasien, Kabupaten Sambas 3 pasien sudah sembuh. Kabupaten Ketapang itu 21 orang positif, dan baru 2 orang yang sembuh. Ini yang kita perhatikan. Artinya, menu makanannya yang perlu diperhatikan, padahal seluruh obat yang diberikan itu sama, hanya menu makanannya saja perlu diperhatikan kembali," pungkasnya.