Kumparan Logo
Konten Media Partner

Delegasi Qatar Kunjungi Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Pontianak

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Delegasi Qatar mengunjungi Pontianak. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Delegasi Qatar mengunjungi Pontianak. Foto: Dok. Istimewa

Hi!Pontianak - Program pertukaran budaya “Years Of Culture” yang diprakarsai oleh Qatar Museums mengirimkan dua kelompok delegasi mahasiswa tingkat akhir untuk berkunjung ke pusat kebudayaan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, serta Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta pada awal Juni kemarin.

Program ini merupakan salah satu sarana dialog kerja sama bilateral antara Indonesia dan Qatar.

Khusus untuk delegasi yang ke Kalimantan Barat mengunjungi berbagai objek wisata ikonik dengan berbagai unsur budaya yang ada di kota ini seperti Keraton Kadriah, Rumah Radakng, Museum Kalimantan Barat, Tugu Khatulistiwa dan tentunya Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa yang sejak 2020 telah menjadi bagian program CSR PT Pertamina Patra Niaga integrated Terminal Pontianak hingga saat ini.

Selain membuka dialog kerja sama kedua negara, program “Years Of Culture” juga memperkuat hubungan bilateral melalui pemahaman budaya bangsa dan masyarakat global.

Tentunya kunjungan program ke Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa menjadi sebuah indikator keberhasilan dalam melaksanakan jejaring antar stakeholders yang ada di Kota Pontianak, tidak saja diakui pada level nasional tapi juga di tingkat Internasional. Dibuktikan dengan kunjungan pertama yang ada di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa dengan jumlah 35 orang wisatawan mancanegara pada tahun 2023.

Integrated Terminal Manager Pontianak, Imran Jamil, mengatakan dalam kunjungan yang berlangsung selama 3 jam di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa para delegasi tersebut tampak antusias mendengarkan penjelasan dan mengikuti materi dari perajin lokal setempat.

“Tentunya kami dari Pertamina Patra Niaga juga merasa bangga akan antusiasme delegasi dari Qatar ini mengikuti materi sekaligus mencoba langsung proses menenun, memintal benang serta kerajinan lainnya dari batok kelapa serta rajut. Apalagi program CSR kami kepada perajin lokal di sini juga meliputi peningkatan kemampuan Bahasa inggris dan manajemen media sosial sehingga mereka bisa langsung praktikan ke delegasi,” ungkap Imran, Sabtu, 24 Juni 2023.

Delegasi Qatar berbincang dengan penenun. Foto: Dok. Istimewa

Di tempat yang sama, Abdallah, selaku salah satu rombongan delegasi mengatakan bahwa dirinya sangat senang dapat mempelajari kebudayaan dari negara lain.

“Saya merasa takjub karena hal ini pertama kalinya saya bertemu dengan perajin lokal dan belajar membuat kerajinan tenun dari Indonesia khususnya di Pontianak. Di negara asal saya tidak bisa menemukan kerajinan kain seperti ini,” ujarnya.

Kurniati sebagai salah satu perajin yang ada di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa menyampaikan apresiasi kepada Pertamina yang telah membantu mereka meningkatkan kemampuan terutama Bahasa Inggris dan manajemen media sosial sehingga dapat berinteraksi dengan delegasi mancanegara.

“Meskipun kami memiliki kemampuan menenun tapi dengan adanya tambahan kemampuan Bahasa Inggris tersebut sehingga dapat berinteraksi dengan orang asing. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan Pokdarwis Pesona Kanun Khatulistiwa yang mampu dan membantu terlaksananya kunjungan ini,” ungkap Kurniati.

Pertamina Patra Niaga sebagai sub holding Commercial dan Trading dari PT Pertamina (Persero) memiliki 4 pilar program CSR yaitu pilar Pendidikan, Kesehatan, Kemandirian masyarakat dan lingkungan. Dalam kegiatan di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa ini Pertamina menitikberatkan pada Program Kemandirian Masyarakat sekaligus Pendidikan.

“Kami mengapresiasi jalannya program dan kegiatan kolaborasi antara Pemerintah Qatar dan Pemerintah Indonesia, dengan kunjungan ke lokasi binaan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Pontianak diharapkan akan meningkatkan branding dari Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa dan menambah lebih banyak lagi potensi yang dapat digali guna mengembangkan potensi pariwisata di daerah tersebut,” pungkasnya.