Demo Penambang Emas di Sekadau Sempat Memanas, Kantor DPRD Dilempari Batu
ยทwaktu baca 2 menit

Hi!Sekadau - Ratusan massa yang merupakan penambang emas dari sejumlah desa di Sekadau melakukan aksi demo di Kantor Bupati Sekadau, Kalbar, Kamis, 25 Mei 2023.
Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta agar dibolehkan kerja lagi tanpa ditangkap, pengepul tidak ditangkap, dan distribusi BBM dipermudah.
Aksi demo yang awalnya berlangsung damai itu seketika memanas kala massa bergerak ke Kantor DPRD Kabupaten Sekadau. Massa meminta agar Anggota DPRD datang menemui mereka.
Setibanya di Kantor DPRD Kabupaten Sekadau yang notabenenya berada tak jauh dari Kantor Bupati Sekadau, beberapa oknum melemparkan batu ke Kantor DPRD Kabupaten Sekadau. Awalnya massa bisa ditenangkan. Namun, situasi kembali memanas saat sejumlah oknum berlari ke belakang Kantor DPRD Kabupaten Sekadau.
Situasi kian memanas saat massa memaksa untuk bisa bertemu dengan anggota DPRD Kabupaten Sekadau. Sejumlah oknum kembali melempari batu ke Kantor DPRD Kabupaten Sekadau. Bahkan, mobil water canon milik Polres Sekadau sempat menjadi sasaran massa.
Situasi mereda saat dua Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, yaitu Bambang Setiawan dan Yodi Setiawan yang tengah mengikuti audiensi datang menemui massa. Mereka berjanji akan memberikan solusi terkait tuntutan massa.
Bambang Setiawan yang diwawancarai usai audiensi menyambut baik aksi yang dilakukan masyarakat, meskipun ada insiden (Kantor DPRD Kabupaten Sekadau dilempari batu). Namun, ia memaklumi hal tersebut apalagi situasi menjadi kondusif kembali.
Terkait audiensi, kata Bambang, keputusan yang dibuat oleh pemerintah daerah dan Kapolres dan Dandim sementara waktu diberikan ruang kepada masyarakat (berproses) untuk membuat Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
"WPR itu nanti diharapkan mereka dapat bekerja secara legal. Muaranya nanti itu. PAD juga terbantukan dari situ dengan memperhatikan aspek lingkungan. Kita meminimalisir dampak lingkungannya melalui penertiban lokasi," jelasnya.
Selain itu, kata Bambang, pihaknya menyarankan agar aktivitas penambangan tidak dilakukan di bantaran sungai, tapi di tempatkan di lokasi-lokasi yang tidak mencemari aliran sungai.
Mengenai proses pembentukan WPR, Bambang mengatakan, dinas terkait akan melakukan jemput bola ke lapangan. "Segera setelah hari ini, mulai besok sampai minggu depan ya mereka akan terjun langsung ke lapangan mendata di masyarakat itu sendiri," ucapnya.
Terkait kerusakan di Kantor DPRD Kabupaten Sekadau, Politisi PDIP itu mengatakan, Sekwan dan jajaran akan mengurus hal tersebut. Mengenai tindakan yang diambil DPRD, Bambang mengatakan, akan melihat kondisi yang ada.
"Kita berharap kejadian itu (ricuh) tidak terulang kembali. Demo itu kan tidak melakukan hal anarkis tapi menyatakan sikap dengan aksi damai," pungkasnya.
