Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten Media Partner
Diduga Tercemar, Ikan Tangkapan Nelayan di Mendalok Berbau Tengik Saat Diolah
19 Januari 2024 12:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Masyarakat Desa Mendalok, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, resah dengan ikan hasil tangkapan nelayan di pesisir pantai Mendalok, yang diduga telah tercemar.
ADVERTISEMENT
Pasalnya ketika sudah diolah, baik digoreng atau dimasak kuah, rasanya berubah, dan berbau tidak sedap. Seperti bau minyak tengik dan bau solar.
"Kalau sebelum diolah kelihatannya bagus saja. Tetapi kalau sudah digoreng, atau dimasak, rasanya jadi tidak enak. Baunya juga seperti bau minyak," ungkap salah seorang ibu rumah tangga yang enggan namanya disebutkan, saat dikonfirmasi Hi!Pontianak, Kamis, 19 Januari 2024.
"Jadi sekarang, selain tidak bisa dimakan, dijual pun juga tidak bisa. Bos-bos (pengepul) ikan tidak ada yang mau mengambilnya, karena warga di sini tidak lagi mau makannya. Padahal seperti ikan belanak dan belukang, itu enak sekali," lanjutnya.
Warga menilai, ikan-ikan di pesisir pantai Desa Mendalok telah tercemar limbah pabrik, yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
"Sudah sejak sekitar 2021 lah kalau tidak salah. Semenjak perusahaan minyak kelapa sawit itu beroperasi, sudah mulai ada perubahan rasa ikannya," tambah ibu itu.
Warga berharap, pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya bisa segera mengambil tindakan, karena khawatir jika ikan tersebut dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan.
"Sampai saat ini sih warga sudah mengurangi mengonsumsinya, karena khawatir terjadi apa-apa. Tapi kami berharap segera ada tindakan dari pihak terkait, karena itu juga menjadi mata pencaharian nelayan di pesisir pantai Mendalok," tutup sumber tersebut.