Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dilarang BNN, Kratom Justru Banyak Selamatkan Warga AS yang Kecanduan Narkotika

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, saat bertemu dengan perwakilan asosiasi kratom dari Amerika Serikat. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, saat bertemu dengan perwakilan asosiasi kratom dari Amerika Serikat. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Banyak menyelamatkan jiwa, khususnya kepada para pecandu narkoba di Amerika Serikat, mendorong Menteri Koperasi untuk berkoordinasi dengan Presiden, agar kratom dapat dijadikan sebagai komoditas unggulan ekspor.

Sebagai informasi, tumbuhan kratom saat ini tengah menjadi primadona masyarakat Kalimantan Barat. Banyak permintaan dari Eropa dan Amerika. Namun di dalam negeri, BNN telah memasukkan tumbuhan kratom yang mempunyai nama latin Mitragyna speciosa (dari keluarga Rubiaceae) ini, ke daftar New Psychoactive Substances (NPS) dan dilarang peredarannya pada 2023. Sementara itu, Kementerian Pertanian telah memasukkannya ke daftar tanaman obat.

CEO Koprabuh, Yohanis Walean, mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan terhadap 11 perwakilan dari Asosiasi Kratom Amerika Serikat.

“Kita bahagia bisa berkumpul di sini, untuk membahas banyak hal tentang kratom, yang merupakan komoditas unggul untuk ekspor, seperti yang dinyatakan Pak Teten Masduki dan KSP Moeldoko,” kata Yohanis, Minggu, 14 Agustus 2022.

Sebelumnya, kata dia, pada 8 Agustus 2022, pihaknya sudah mempertemukan 11 orang ini dengan Moeldoko. Moeldoko menyebutkan, bahwa penelitian terkait kratom ini sangat penting, untuk penyelesaian persoalan kratom ini.

“Beliau mengatakan, kratom sangat perlu dijadikan komoditas unggulan untuk ekspor, dan harus dilakukan itu. Beliau rekomendasikan, kita tetap mengerjakan itu. Karena kratom sangat baik untuk perekonomian, dan pembela lingkungan hidup yang baik. Kemudian untuk kesehatan, karena kratom ini mempunyai khasiat untuk kesehatan,” paparnya.

Kemudian pada 10 Agustus 2022, Yohanis membawa para perwakilan dari Amerika Serikat ini bertemu Menteri Koperasi, Teten Masduki. Menteri Koperasi mengatakan akan melaporkan hal ini kepada Presiden.

“Pak Teten akan melaporkan hal ini pada Pak Presiden, mengenai persoalan dengan BNN. Pak Teten siap berkoordiansi bersama-sama Pak Presiden,” terangnya.

Melalui duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, pihaknya bersama-sama bertemu Kepala Laboratorium BNN. Di sana mereka berdiskusi terkait join riset, antara Amerika-Indonesia di Indonesia.

“Karena pada prinsipnya, BNN menilai informasi yang diberikan oleh pihak Amerika sangat valid dan masuk akal. Tapi dibutuhkan riset yang dilakukan di Indonesia,” ucapnya.

“Pihak tamu dari Amerika ini bersedia melakukan riset bersama itu, siap memberikan laporannya yang sangat banyak untuk diberikan kepada BNN, supaya bisa menjadi refresensi,” lanjutnya.

Yohanis berharap, dengan adanya pertemuan ini dapat mempererat hubungan kedua negera ini. Karena kata dia, Amerika Serikat sangat memerlukan kratom untuk menyelamatkan banyak jiwa di sana.

“Amerika merasa berkepentingan, karena mereka sangat memerlukan kratom, karena kratom menyelamatkan banyak nyawa di sana. Bisa menjadi mengganti opium, banyak orang menderita, bahkan mati karena menggunakan opium. Tapi kratom menyelamatkan nyawa. Sehingga mereka datang ke sini, untuk melanggengkan usaha-usaha kita kratom ini untuk diekspor,” ungkapnya.

Ia juga harap kepada Gubernur Kalbar agar bisa terus menyesuaikan aturan yang terjadi di Amerika Serikat dengan Kalbar, atau para pelaku kratom agar bisa berjalan dengan baik.