Kumparan Logo
Konten Media Partner

Disporapar Kalbar Bangun Citra Wisata Emas sebagai Wajah Pariwisata Daerah

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendukung visi besar Pariwisata Emas 2045. Foto: Dok. Disporapar Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendukung visi besar Pariwisata Emas 2045. Foto: Dok. Disporapar Kalbar

Hi!Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendukung visi besar Pariwisata Emas 2045. Visi ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata utama dunia melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Dukungan itu dibuktikan dengan gelaran Dialog Interaktif Menuju Pariwisata Emas 2045 Kalimantan Barat yang diinisiasi oleh Disporapar Kalbar. Kegiatan ini bertempat di Desa Wisata Kampung Caping, Pontianak pada Selasa, 21 Oktober 2025 dengan menghadirkan Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, yang secara langsung memaparkan arah pembangunan pariwisata Kalimantan Barat dalam menyongsong visi Pariwisata Emas 2045.

Windy menyampaikan, kegiatan ini sejalan dengan upaya menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata utama dunia yang berfokus pada penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM pariwisata, serta pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal.

“Melalui dialog interaktif ini, kita harapkan lahir berbagai gagasan inovatif dan kolaboratif untuk memajukan sektor pariwisata Kalimantan Barat menuju masa depan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berwawasan global,” kata Windy.

Dialog Interaktif Menuju Pariwisata Emas 2045 Kalimantan Barat sukses digelar di Desa Wisata Kampung Caping, Pontianak pada Selasa, 21 Oktober 2025. Foto: Dok. Disporapar Kalbar

Dialog ini juga sebagai langkah nyata yang dilakukan Disporapar Kalbar untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Dikatakannya bahwa sektor industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Dengan adanya industri MICE ini dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan sehingga mendukung pengembangan menuju Pariwisata Emas 2045,” ujarnya.

Melalui industri MICE, diharapkan muncul strategi efektif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu mendorong tercapainya target Pariwisata Emas 2045.

“Kita ingin kegiatan seperti ini menjadi wadah kita semua untuk bertukar gagasan, memperkuat sinergi antar pelaku pariwisata, serta menumbuhkan inovasi dalam menghadirkan pariwisata Kalimantan Barat yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Windy.

Windy juga menekankan pentingnya kolaborasi Hexahelix untuk Membangun Citra dan Identitas “Wisata Emas Kalbar” sebagai wajah pariwisata daerah. Selain itu, di penghujung acara, Kadisporapar Kalbar Windy Prihastari turut memberikan Apresiasi Anugerah Desa Wisata (ADWI) kepada Desa Batu Lintang Sui Ulik Kabupaten Kapuas Hulu, dan Desa Jagoi Babang Bengkayang.

Sebagai informasi, konsep Pariwisata Emas sendiri selaras dengan sistem manajemen lingkungan EMAS (Eco-Management and Audit Scheme) yang banyak diterapkan di Eropa. Skema ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan dalam sektor pariwisata.