DPR Mulai Bahas Kratom Kalbar, Akan Diajukan ke RUU Komoditas Strategis
·waktu baca 3 menit

Hi!Pontianak – Daun kratom, yang menjadi komoditas unggulan ekspor Kalimantan Barat, kini mulai dibahas di DPR. Kratom diusulkan masuk RUU Komoditas Strategis agar ada standar, kepastian hukum, dan perlindungan bagi para petani dan pengusaha kratom.
Sebagai gambaran, saat ini Indonesia menguasai 95 persen pasar global kratom. Nilai ekspor kratom saat ini diperkirakan mencapai 30 juta hingga 50 juta Dolar AS per tahun. Dan permintaan dunia terus bertambah 30-40 persen setiap tahunnya.
Anggota DPR asal Kalbar, Daniel Johan, mengatakan, DPR telah memiliki keinginan yang kuat agar kratom bisa masuk ke RUU Komoditas Strategis karena dapat menekan angka kemiskinan dan menyerap tenaga kerja.
Selain itu, tumbuhan kratom juga merupakan tanaman yang ramah lingkungan karena efektif mencegah banjir di Kalimantan dan bisa dijadikan tanaman konservasi.
“Dan terpenting, Indonesia akan dikenal dunia karena telah memberikan sumbangan terbesar di bidang kesehatan,” kata Daniel.
Menanggapi itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendukung usulan DPR RI terkait tanaman lokal kratom untuk diatur dalam RUU Komoditas Strategis. Ia mengatakan, tak hanya di Indonesia saja, tetapi kratom kini sudah menjadi komoditi dunia yang turut dikonsumsi oleh warga internasional sehingga kualitasnya harus terus dijaga.
"Saya sambut baik perjuangan teman-teman DPR RI untuk menjadikan kratom sebagai tanaman komoditas strategis. Saya sambut baik itu karena saya yakin dan percaya Kalbar menjadi sentral kratom, memproduksi kratom terbesar di dunia," ujar Krisantus saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.
Kala itu, ketika ia pernah memberikan edukasi di Kota Putussibau, Krisantus menegaskan, Kabupaten Kapuas Hulu yang menjadi sentral kratom harus konsisten menjaga kualitas tanaman tersebut. Kratom sendiri cocok ditanam dan tumbuh di tepi pantai, bahkan di kawasan banjir karena tahan terhadap air.
"Saya sangat mendukung kratom. Bahkan saya pergi ke Kapuas Hulu, memberikan edukasi kepada petani kratom di Kapuas Hulu untuk terus menjaga kualitas kratom karena kratom terbaik itu dari Kabupaten Kapuas Hulu," ujarnya.
Lebih lanjut, Wagub Kalbar menekankan para petani kratom untuk tidak menambah jumlah produksi dengan menggunakan cara-cara yang dapat memengaruhi kualitas tanaman.
"Mulai sekarang, para petani kratom, saya bilang, jagalah kualitas kratom Kapuas Hulu. Karena kratom ini satu komoditi yang sudah mendunia, bukan hanya menjadi konsumsi masyarakat atau rakyat Indonesia, tetapi juga dikonsumsi masyarakat dunia sehingga Kabupaten Kapuas Hulu sebagai sentralnya kratom harus terus menjaga kualitas. Jangan lagi dicampur daun singkong, jangan dicampur batangnya untuk memperbanyak produksi. Ini adalah tindakan-tindakan atau praktik-praktik yang tidak baik karena akan berdampak kepada kualitas," jelasnya.
